««•»»هٰذانِ خَصمانِ اختَصَموا في رَبِّهِم ۖ فَالَّذينَ كَفَروا قُطِّعَت لَهُم ثِيابٌ مِن نارٍ يُصَبُّ مِن فَوقِ رُءوسِهِمُ الحَميمُ
««•»»
haadzaani khashmaani ikhtashamuu fii rabbihim faalladziina kafaruu quththhi'at lahum tsiyaabun min naarin yushabbu min fawqi ruuusihimu alhamiimu
««•»»
Inilah dua golongan (golongan mu'min dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.
««•»»
These two contenders contend concerning their Lord. As for those who are faithless, cloaks of fire will be cut out for them, and boiling water will be poured over their heads,
««•»»
Ayat ini menerangkan bahwa yang enam tersebut pada ayat di atas dapat dibagi kepada dua golongan saja, yaitu golongan kafir dan golongan mukmin. Yang termasuk gologan kafir ialah orang-orang Yahudi, orang-orang Sabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kelima golongan ini mempunyai asas-asas kepercayaan yang berbeda, golongan yang satu tidak mengakui bahkan mengingkari pokok-pokok kepercayaan golongan yang lain, sehingga antara mereka terjadi pertikaian pikiran dan pendapat yang kadang-kadang meningkat menjadi permusuhan. Golongan kedua ialah golongan mukmin yaitu golongan yang taat kepada Allah. Antara golongan pertama dan golongan kedua sering terjadi perdebatan dan permusuhan,
sebagaimana yang dilukiskan hadis Nabi Muhammad saw. juga merupakan sebab turunnya ayat ini:
اخرج ابن جرير وابن مردويه عن ابن عباس أنه قال: تخاصم المؤمنون واليهود فقالت اليهود: نحن أولى بالله تعالى وأقدم منكم كتابا ونبينا قبل نبيكم وقال المؤمنون نحن أحق بالله تعالى: آمنا بمحمد صلى الله عليه وسلم وآمنا بنبيكم بما انزل الله تعالى من كتاب وأنتم تعرفون كتابنا ونبينا ثم تركتموه وكفرتم به حسدا, فنزلت الآية.
Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, "Telah berbantahan orang-orang mukmin dengan orang-orang Yahudi, maka berkata orang-orang Yahudi, "Kami lebih utama di sisi Allah Taala, Kitab kami lebih dahulu diturunkan dari pada kitabmu, Nabi kami lebih dahulu diturunkan dari pada Nabimu". Berkata orang-orang mukmin, "Kami lebih berhak dengan Allah Taala, kami beriman kepada Muhammad saw, beriman kepada Nabimu, beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan Allah, sedang kamu mengenal kitab kami dan Nabi kami, kemudian kamu meninggalkannya dan kafir kepadanya karena dengki". Maka turunlah ayat ini.
(HR. Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas)
Hadis yang lain menerangkan
ويروي جماعة من الصحابة والتابعين وهم أعرف من غيرهم أسباب النزول أن المراد بالخصمين هنا هم الذين برزوا يوم بدر فمن المؤمنين حمزة وعلي وعبيدة ومن الكافرين عتبة وشيبة أبناء ربيعة والوليد بن عتبة.
Jemaah sahabat dan tabiin meriwayatkan sebab turunnya ayat ini. Dan mereka lebih mengetahui dari yang lain. Yang dimaksud dua golongan yang bermusuhan dalam ayat ini, ialah dua golongan yang terlibat dalam perang Badar dan golongan mukmin ialah Hamzah, Ali dan Ubaidah dan dari golongan kafir, yaitu `Utbah dan Sayibah keduanya putra Rabi'ah dan Walid bin Utbah.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menurut riwayat Bukhari dan imam-imam hadis yang lain dari Ali, ia berkata "Ayat ini diturunkan berhubungan dengan kami dan kamilah orang yang mula-mula diperiksa yang berhubungan dengan permusuhan di hadapan Allah pada hari kiamat.
Melihat kepada riwayat hadis Ali maka yang diriwayatkan Bukharilah yang kuat, yang menerangkan bahwa golongan yang bertentangan itu ialah golongan-golongan yang berperang pada perang Badar. Namun demikian ayat inipun mencakup semua pertentangan dan permusuhan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir sejak masa Ali dan sahabat-sahabatnya itu sampai kepada pertentangan-pertentangan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir masa kini. Semua pertentangan dan permusuhan itu akan diadili Allah pada hari kiamat. Dan kepada mereka akan diberi keputusan yang seadil-adilnya akan diberi hukuman dan ganjaran yang tepat pula.
Dalam ayat ini dan ayat berikutnya akan digambarkan bentuk-bentuk hukuman dan azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir serta bentuk-bentuk nikmat yang akan diterima oleh orang-orang mukmin kelak.
Azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir diterangkan Allah sebagai berikut:
PERTAMA
Orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang panas menyala-nyala, sehingga api itu meliputi seluruh badan mereka, seperti pakaian yang membungkus dan meliputi seluruh badan orang yang memakainya. Pada ayat lain diterangkan pula keadaan orang-orang kafir di dalam neraka; mereka diliputi api neraka sampai meliputi seluruh badan mereka.
Allah berfirman:
لهم من جهنم مهاد ومن فوقهم غواش وكذلك نجزي الظالمين
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
(QS. Al A'raaf [7]:41)
Sebagian ulama berpendapat bahwa pakaian yang menutupi seluruh badan mereka itu, terbuat dari pelangkin sangat panas,
sebagai firman Allah:
سرابيلهم من قطران وتغشى وجوههم النار
Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.
(QS. Ibrahim [14]:50)
KE·DUA
Dituangkan ke atas kepala mereka air yang mendidih yang sangat panas.
Hadis Nabi Muhammad saw. menjelaskan pula hal ini.
عن أبي هريرة أنه تلا هذه الآية فقال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول أن الحميم ليصب على رءوسهم فينفذ من الجمجمة حتى يخلص إلى جوفه فيسلت ما في جوفه حتى يبلغ قدميه وهو الصهر ثم يعاد كما كان
Dari Abu Hurairah, sesugguhnya dia membaca ayat ini, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, "Sesungguhnya air panas mendidih dituangkan ke atas kepala mereka (orang-orang kafir), lalu air panas itu menembus tenggorokannya sampai ke rongga perutnya, maka dihancurkannya apa yang berada dalam rongga perut itu, hingga sampailah air panas itu ke tumitnya yang dalam keadaan cair, kemudian (tubuh orang itu) kembali seperti semula.
(HR. Tirmizi)
KE·TIGA
Mereka dicambuk dengan cemeti-cemeti yang terbuat dari besi, hingga mengenai muka, kepala dan seluruh tubuhnya.
KE·EMPAT
Setiap mereka mencoba-coba lari ke luar dari neraka, mereka dihalau dan dicambuk dengan cemeti itu, seraya dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah olehmu azab yang sangat ini, sebagai balasan bagi keingkaran dan kedurhakaan.
Inilah gambaran azab ukhrawi yang diterangkan Allah SWT. kepada manusia, sesuai dengan gambaran manusia di dunia terhadap azab atau siksaan yang ditakutinya, serta berat dan pedih dirasakannya Dengan keterangan itu manusia dapat membayangkan bagaimana hebat dan pedihnya azab yang diterima orang-orang kafir di hari kiamat nanti, sehingga gambaran itu merupakan khabar yang menakutkan baginya. Hal ini adalah sebagai salah satu cara Alquran meyakinkan manusia dan menyadarkannya dari keingkaran dan kedurhakaan yang telah diperbuatnya Bagaimana hakikat yang sebenarnya dari azab ukhrawi itu, adalah termasuk pengetahuan yang gaib, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui, mungkin sesuai dengan yang dilukiskan itu yang berupa azab jasmani atau mungkin pula berupa azab jasmani dan azab rohani.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Inilah dua golongan yang bertengkar) yaitu golongan orang-orang Mukmin di satu pihak dan di pihak lain lima golongan orang-orang kafir yang disebutkan dalam ayat 17=Lafal Khashmun ini dapat diartikan untuk tunggal dan jamak (mereka saling bertengkar mengenai Rabb mereka) dalam urusan agama mereka. (Maka orang-orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka) yang kemudian mereka pakai, maksudnya mereka diliputi oleh api neraka. (Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka) yaitu air yang sangat panas.
««•»»
These twain are two contenders, that is, the believers constitute one contending party, and the five [categories of] disbelievers constitute the other contending party (the term [khasm, ‘contender’] may be used to refer to one or many) who contend concerning their Lord, that is to say, concerning His religion. As for those who disbelieve, garments of fire will be cut out for them, [garments] which they will wear — meaning that the Fire will encompass them — and boiling water will be poured over their heads, [hamīm is] water that has reached an extreme temperature,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ali yang telah menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang kami alami, yaitu sewaktu kami melakukan duel dalam perang Badar; ayat tersebut adalah firman-Nya, "Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan Kafir) yang bersengketa; mereka saling bersengketa mengenai Rabb mereka..."
(QS. Al Haji [22]:19)
sampai dengan firman-Nya,
"Rasailah azab yang membakar ini"
(QS. Al Haji [22]:22).
Imam Hakim juga mengetengahkan hadis yang sama, hanya ia melaini jalur, sanad yang lain tetapi sumbernya sama yaitu dari sahabat Ali r.a. Sahabat Ali ibnu Abu Thalib menceritakan, bahwa ayat tadi diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang perang tanding dalam perang Badar; mereka adalah sahabat Hamzah, sahabat Ali, sahabat Ubaidah ibnul Harits di satu pihak, dan Utbah ibnu Rabiah, Syaibah ibnu Rabiah dan Walid ibnu Utbah di pihak lain.
Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Aufiy yang ia terima dari sahabat Ibnu Abbas r.a, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang ahli kitab; mereka berkata kepada orang-orang Mukmin, "Kami lebih utama terhadap Allah daripada kalian; dan kitab kami lebih dahulu daripada kitab kalian, serta Nabi kami lebih dahulu daripada Nabi kalian". Maka orang-orang Mukmin menjawab, "Kami lebih berhak kepada Allah; kami beriman kepada Muhammad dan Nabi kalian, serta kepada kitab-kitab lain yang telah diturunkan oleh Allah". Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melaini Qatadah, yang isi hadisnya sama dengan hadis di atas.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 21]•[AYAT 23]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#22:22
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#22:22

Tidak ada komentar:
Posting Komentar