Jumat, 20 Maret 2015

[022] Al Hajj Ayat 009

««•»»
Surah Al Hajj 9

ثانِيَ عِطفِهِ لِيُضِلَّ عَن سَبيلِ اللَّهِ ۖ لَهُ فِي الدُّنيا خِزيٌ ۖ وَنُذيقُهُ يَومَ القِيامَةِ عَذابَ الحَريقِ
««•»»
tsaaniya 'ithfihi liyudhilla 'an sabiili allaahi lahu fii alddunyaa khizyun wanudziiquhu yawma alqiyaamati 'adzaaba alhariiqi
««•»»
Dengan memalingkan lambungnya {980} untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ia mendapat kehinaan di dunia dan dihari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar.
{980} Maksudnya: menyombongkan diri.
««•»»
Among the people are those who dispute concerning Allah without any knowledge or guidance, or an enlightening Book,
««•»»

Sama dengan ayat 8, ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia itu ada yang benar-benar bertindak dan berbuat melampaui batas, ada yang membantah serta mengingkari Allah dan sifat-Nya, tanpa dasar ilmu pengetahuan dun akal pikiran yang sehat tanpa bukti-bukti yang kuat, tanpa petunjuk atas dalil-dalil yang mengarah kepada keyakinan yang benar, tanpa hujah atau kitab yang diturunkan Allah. Sikap mereka yang demikian itu semata-mata karena kesombongan, keingkaran dan kejahilan belaka, karena mereka telah buta hati dan pikiran, sebagaimana firman Allan SWT.:

فإنها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور
Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada.
(QS. Al Hajj [22]:46)

Orang yang demikian itu, jika diberi peringatan mereka tidak akan menerimanya, bahkan mereka bertambah ingkar dan sombong.

Allah SWT. berfirman:
وإذا تتلى عليه آياتنا ولى مستكبرا كأن لم يسمعها كأن في أذنيه وقرا فبشره بعذاب أليم
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri, seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya, maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
(QS. Lukman [31]:7)

Menurut sebagian ahli tafsir bahwa ayat ini diturunkan sebagai penegasan dan peringatan keras dari Allah SWT. kepada orang-orang yang mengingkari dan membantah-Nya, sebagai yang disebutkan pada ayat-ayat yang lalu. Pada ayat 3 dan 4 surat ini dinyatakan bahwa pemuka-pemuka orang-orang musyrik Mekah, terutama Nadar bin Haris, telah membantah dan mengingkari Allah, tanpa ilmu pengetahuan, serta mereka mengikuti godaan setan yang jahat. Pada ayat ini ditegaskan bahwa Nadar bin Haris dan kawan-kawannya serta orang-orang yang melakukan tindakan seperti mereka itu, benar-benar membantah dan mengingkari Allah. Seakan-akan ayat ini memberi peringatan dan ancaman yang keras kepada mereka, bahwa tindakan-tindakan mereka itu akan menimbulkan akibat yang sangat buruk bagi diri mereka sendiri.

Dari ayat-ayat ini dan ayat-ayat sebelumnya dapat dipahami bahwa ada dua hal pokok yang di ingkari oleh orang-orang musyrik Mekah itu. Pada ayat yang sebelumnya disebutkan bahwa mereka mengingkari dan membantah tentang adanya hari kiamat dan hari berbangkit, sedang pada ayat-ayat ini mereka membantah dan mengingkari tentang adanya Allah SWT. dan segala sifat-sifat keagungan dan kebesaran-Nya. Kedua hal ini termasuk rukun iman yang merupakan pokok-pokok yang wajib dipercayai dan diyakini. Karena itu, tindakan mereka tidak saja menimbulkan kerugian bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menyesatkan manusia yang lain dari jalan Allah, karena perbuatan mereka itu langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi manusia yang lain.

Mereka itu di dunia akan memperoleh kehinaan, seperti kehinaan yang dialami Aba Lahab dan istrinya, dan di akhirat akan ditimpa azab neraka yang sangat panas yang menghanguskan tubuh mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dengan memalingkan lambungnya) Lafal ayat ini berkedudukan menjadi Hal atau keterangan keadaan, maksudnya orang yang membantah itu memalingkan lehernya dengan penuh kesombongan karena tidak mau beriman. Pengertian berpaling di sini adalah baik ke kanan maupun ke kiri sama saja (untuk menyesatkan) dapat dibaca Liyadhilla dan Liyudhilla, untuk menyesatkan manusia (dari jalan Allah) yakni dari agama-Nya. (Ia mendapat kehinaan di dunia) azab di dunia, akhirnya ia terbunuh dalam perang Badar (dan di hari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar) ia akan dibakar oleh api neraka, lalu dikatakan kepadanya,
««•»»
turning aside (thāniya ‘itfihi, a circumstantial qualifier, meaning ‘turning his neck aside in disdain of belief; al-ītf means ‘a side’, and can be either the left or the right) to go astray (read li-yadilla; or li-yudilla, ‘to lead [others] astray’) from the way of God, that is, [from] His religion. For him there will be ignominy, chastisement, in this world — thus he [Abū Jahl] was slain on the day of Badr — and on the Day of Resurrection We shall make him taste the chastisement of the burning, that is, [the chastisement of] being burnt in the Fire, and it shall be said to him:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar