Senin, 20 April 2015

[022] Al Hajj Ayat 015

««•»»
Surah Al Hajj 15

مَنْ كَانَ يَظُنُّ أَنْ لَنْ يَنْصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ لِيَقْطَعْ فَلْيَنْظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ
««•»»
man kaana yazhunnu an lan yanshurahu allaahu fii alddunyaa waal-aakhirati falyamdud bisababin ilaa alssamaa-i tsumma liyaqtha' falyanzhur hal yudzhibanna kayduhu maa yaghiizhu
««•»»
Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya {983}.
{983} Maksud ayat ini ialah, seandainya orang yang memusuhi Nabi Muhammad s.a.w. tidak senang atas kemajuan Islam bisa naik ke langit dan dapat melihat Keadaan di sana, tentu ia akan mengetahui bahwa kemajuan Islam yang tidak ia senangi itu tidak dapat dihalang-halangi. sebagian ahli tafsir mengartikan: Maka hendaklah ia merentangkan tali ke loteng rumahnya kemudian ia mencekik lehernya dengan tali itu.
««•»»
Whoever thinks that Allah will not help him in this world and the Hereafter, let him extend a rope to the ceiling and hang himself, and see if his artifice would remove his rage.
««•»»

Para mufassir berbeda pendapat dalam menafsirkan ayat ini. Menurut Abu Jakfar An Nahhas tafsir ayat ini yang paling baik ialah: "Barang siapa yang berpendapat bahwa Allah tidak akan menolong Muhammad di dunia dan di akhirat atau ingin menghentikan pertolongan Allah yang akan diberikan-Nya itu, maka hendaklah ia naik ke langit dan berusahalah di sana menghentikan pertolongan itu. Hendaklah mereka lihat, apakah usaha itu berhasil atau tidak Dan usaha yang seperti itupun mustahil dapat dilakukannya. Zamakhsyari menafsirkan: Allah SWT. pasti menolong Rasul-Nya di dunia dan di akhirat. Jika musuh-musuh Muhammad mengira bahwa Allah tidak akan menolongnya atau bermaksud tidak akan menolongnya, sedang mereka mengetahui jaminan Allah terhadap pertolongan-Nya itu, tentulah mereka menjadi gusar. Karena itu hendaklah mereka berusaha dengan segala kemampuannya yang ada untuk menghilangkan kegusarannya itu, yaitu mengerjakan apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang gusar, seperti menggantung diri.

Kemudian hendaklah dia memperhatikan apakah tindakannya dengan menggantung diri itu dapat menghentikan pertolongan Allah kepada Muhammad atau tidak.

Sebagian ahli tafsir menafsirkan: Barang siapa yang berpendapat bahwa Allah tidak akan menolong Muhammad, maka hendaklah ia merentangkan tali ke loteng rumahnya, kemudian ia mencekek lehernya dengan tali itu. Mereka akan mengetahui bahwa segala usaha dan tipu daya mereka itu akan gagal dan tidak berfaedah sedikitpun.

Sekalipun para mufassir berbeda pendapat tentang tafsir ayat di atas namun hanya mereka berbeda pendapat dalam menafsirkan secara harfiah saja, sedang maksud yang terdapat dalam penafsiran itu adalah sama dan tidak menyimpang dari maksud ayat yang sebenarnya, yaitu: seandainya orang-orang yang memusuhi Nabi Muhammad tidak merasa senang akan kemajuan Islam dan kaum Muslimin maka mereka dapat naik ke langit dan dapat melihat keadaan di sana, tentu ia akan mengetahui bahwa kemajuan agama Islam yang tidak disenangi itu tidak dapat dihalang-halangi sedikitpun.

Sebagaimana diketahui dalam sejarah bahwa dengan berkembangnya agama Islam dalam waktu yang singkat di kota Mekah, dan semakin banyak penganutnya maka timbullah usaha di kalangan orang-orang musyrik Mekah untuk menghambat perkembangan atau melenyapkan agama Islam itu. Segala macam usaha untuk mencapai maksud itu, mereka lakukan seperti memutuskan hubungan, mengadakan pemboikotan, mengadakan penganiayaan terhadap orang-orang yang masuk Islam, terutama terhadap budak-budak yang masuk Islam, sehingga kaum Muslimin merasa teraniaya dan tersiksa. Dalam pada itu orang-orang musyrik sendiri menyatakan bahwa Allah tidak akan menolong

Muhammad dan kaum Muslimin, karena agama yang dibawanya itu bukanlah agama yang diridai Allah. Dalam keadaan yang demikian turunlah ayat ini memberikan semangat dan harapan kepada kaum Muslimin. Timbullah keyakinan dalam diri mereka bahwa agama yang telah mereka anut adalah agama yang benar, karena itu mereka wajib melanjutkan untuk menyebarkannya, dan Tuhan pasti akan menolong usaha mereka itu.

Menurut Muqatil, ayat ini diturunkan berhubungan Bani Asad dan Bani Gatfan yang telah masuk Islam, mereka berkata: "Kita khawatir bahwa Allah tidak menolong Muhammad, lalu terputuslah hubungan kita dengan pemimpin-pemimpin kita (pemimpin-pemimpin Yahudi), maka mereka tidak akan memberi makan kita lagi. Dengan turunnya ayat ini, maka hilanglah segala kekhawatiran mereka yang timbul dalam hati mereka itu.

Dari ayat di atas dipahamkan bahwa musuh-musuh Islam tidak mempunyai daya sedikitpun untuk mematahkan perjuangan Nabi Muhammad dan kaum Muslimin dalam usaha menyebar luaskan agama Islam karena mereka selalu mendapat pertolongan Allah SWT. di dunia dan di akhirat nanti.

Pertolongan Allah ini ditegaskan pada ayat yang lain:
إنا لننصر رسلنا والذين ءامنوا في الحياة الدنيا ويوم يقوم الأشهاد
Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).
(QS. Al Mu'min [40]:51)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Barang siapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya) menolong Nabi Muhammad saw. (di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali) tambang (ke langit) yang dimaksud adalah atap rumahnya, kemudian tali itu diikatkan ke atap rumah dan ke lehernya (kemudian hendaklah ia memutuskan tali itu) yakni mencekik dirinya dengan tali itu, maksudnya menggantung diri. Demikianlah sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis-hadis sahih (kemudian hendaklah ia pikirkan, apakah tipu dayanya itu sungguh dapat melenyapkan) dalam hal tidak ditolongnya nabi (apa yang menyakitkan hatinya) apa yang membuat ia sakit hati. Maksudnya, hendaklah ia tercekik oleh kejengkelannya, karena sesungguhnya Allah pasti akan menolong nabi-Nya.
««•»»
Whoever supposes that God will not help him, namely, Muhammad (s) His Prophet, in this world and the Hereafter, let him extend a rope to the ceiling, [to] the roof of his house, fixing it there and [tying it] to his neck, and let him hang himself, that is, let him choke to death because of it, by severing his soul from [any existence on] the earth, as [reported] in the [various] Sahīh compilations. Then let him see whether his strategy, against the Prophet being helped, dispels that which enrages him, about it. In other words, let him choke to death with rage because of it, for it is inevitable.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar