««•»»وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ
««•»»
wamina alnnaasi man yujaadilu fii allaahi bighayri 'ilmin wayattabi'u kulla syaythaanin mariidin
««•»»
Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah {977} tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat,
{977} Maksud membantah tentang Allah ialah membantah sifat-sifat dan kekuasaan Allah, misalnya dengan mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah puteri- puteri Allah dan Al Quran itu adalah dongengan orang- orang dahulu dan bahwa Allah tidak Kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati dan telah menjadi tanah.
««•»»Among the people are those who dispute about Allah without any knowledge, and follow every froward devil,
««•»»
Ayat ini menerangkan bahwa sekalipun Allah telah menerangkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada hari kiamat, namun banyak manusia yang mengingkarinya, bahkan mereka bertindak lebih dari itu.
Mereka tidak saja mengatakan bahwa Allah tidak kuasa membangkitkan dan menghidupkan manusia kembali setelah hancur dan berserakan menjadi tanah, Allah mempunyai anak dan mempunyai syarikat, Alquran isinya tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang purbakala, tetapi mereka berbuat lebih dari itu yaitu menantang Allah. Mereka berkata: "Seandainya Allah itu benar-benar Maha Kuasa cobalah turunkan azab yang pedih yang pernah dijanjikan itu", dan tantangan-tantangan yang lain.
Menurut Ibnu Abi Hatim, bahwasanya ayat ini diturunkan berhubungan dengan Nadar bin Haris, ia membantah ke Esaan dan kekuasaan Allah dengan mengatakan: "Malaikat itu adalah putri-putri Allah, Alquran itu tidak lain adalah dongengan orang-orang purbakala saja, Allah tidak kuasa menghidupkan orang-orang yang telah mati yang tubuhnya telah hancur luluh menjadi tanah".
Menurut Zamakhsari; "Sekalipun ayat ini ditujukan kepada Nadar bin Haris pada waktu turunnya, tetapi ayat ini berlaku umum dan ditujukan kepada semua orang yang membantah Allah, tanpa pengetahuan dan menetapkan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya".
Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela orang-orang yang berdebat tentang Allah, mengingkari ke Esaan dun kekuasaan-Nya, tanpa dasar pengetahuan yang benar dan bukti yang kuat. Jika mereka hendak mengemukakan sesuatu tentang Allah, hendaklah mereka menggunakan dalil-dalil dan bukti-bukti yang kuat.
Dalam pada itu Allah Subhanahu wa Ta'ala memperingatkan bahwa akal dan pikiran manusia tidak akan sanggup untuk mengenal dan memikirkan zat Allah, karena zat Allah merupakan sesuatu yang gaib. Tetapi jika ingin mengetahui adanya Tuhan, ke Esaan dan kekuasaan-Nya pikirkanlah makhluk-makhluk yang telah diciptakan-Nya seperti jagat raya dan segala isinya, hukum-hukum yang mengaturnya, bumi dengan segala isinya, gunung-gunung dengan lembah-lembahnya, lautan yang luas dengan segala kandungannya dan diri mereka sendiri serta semua makhluk yang telah diciptakan Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
أو لم يتفكروا في أنفسهم ما خلق الله السماوات والأرض وما بينهما إلا بالحق وأجل مسمى وإن كثيرا من الناس بلقاء ربهم لكافرون
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya
(QS. Ar Ruum [30]:8)
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
وألقى في الأرض رواسي أن تميد بكم وأنهارا وسبلا لعلكم تهتدون وعلامات وبالنجم هم يهتدون أفمن يخلق كمن لا يخلق أفلا تذكرون
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi, supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. Maka Apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.
(QS. An Nahl [16]:15,16,17)
Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela orang-orang yang buruk budi pekertinya, yaitu orang-orang yang mengikuti setan. Setan itu mempunyai budi pekerti yang buruk adalah karena ia mengikuti dan memperturutkan hawa nafsunya, karena keangkuhannya ia enggan sujud kepada Adam sebagaimana yang diperintahkan Allah. Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, menginginkan orang lain mengikuti perbuatan-perbuatannya yang tercela itu, berusaha dengan segala tipu dayanya agar manusia memandang baik segala perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, seperti memperserikatkan Tuhan, meminum khamar, berjudi, berzina, menumpuk harta untuk kepentingan diri sendiri, menindas orang-orang lain dan sebagainya. Setan itu ada yang berupa setan jin dan ada pula yang berupa setan manusia.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan Nadhr bin Harits dan para pengikutnya. (Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan) mereka mengatakan, bahwa para Malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Alquran adalah dongengan orang-orang dahulu dan mereka mengingkari adanya hari berbangkit serta dihidupkan-Nya kembali manusia yang telah menjadi tanah (dan mengikuti) di dalam bantahannya itu (setiap setan yang sangat jahat) yaitu sangat membangkang.
««•»»
The following was revealed regarding al-Nadr b. al-Hārith and his companions: And among mankind are those who dispute about God without any knowledge — they would say, ‘The angels are God’s daughters, and the Qur’ān [a collection of] the fables of the ancients’. In addition, they would deny resurrection and the bringing back to life of those who had become dust — and [those who] follow, in their manner of disputing, every rebellious devil,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Bukhari mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki datang ke Madinah, kemudian ia masuk Islam. Maka setelah itu manakala istrinya melahirkan seorang bayi laki-laki dan kudanya menghasilkan anak, lalu ia berkata, "Agama Islam ini adalah agama yang baik". Dan manakala istrinya tidak melahirkan bayi laki-laki, kemudian kudanya pun tidak menghasilkan anak, maka ia berkata, "Agama Islam ini adalah agama yang membawa kepada keburukan atau kesialan".
Maka Allah menurunkan firman-Nya,
"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan perasaan ragu..."
(QS. Al Hajj [22]:11).
Ibnu Murdawaih mengetengahkan sebuah hadis melalui Athiah yang ia terima dari sahabat Ibnu Masud radhiallahu ‘anhuma yang telah menceritakan, bahwa seorang lelaki Yahudi masuk Islam, setelah itu matanya menjadi buta dan harta bendanya ludes serta anak-anaknya mati, lalu ia menganggap sial agama Islam seraya mengatakan, "Aku tidak mendapatkan kebaikan apa pun dari agamaku yang sekarang ini; mataku menjadi buta, harta bendaku ludes semuanya, serta anak-anakku mati semuanya".
Maka turunlah ayat,
"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan perasaan..."
(QS. Al Hajj [22]:11).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#22:4
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#22:4

Tidak ada komentar:
Posting Komentar