Senin, 03 Agustus 2015

[022] Al Hajj Ayat 026

««•»»
[022] Al Hajj Ayat 026
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:26

[022] Al Hajj Ayat 025

««•»»
Surah Al Hajj 25

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِي وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
««•»»
inna alladziina kafaruu wayashudduuna 'an sabiili allaahi waalmasjidi alharaami alladzii ja'alnaahu lilnnaasi sawaa-an al'aakifu fiihi waalbaadi waman yurid fiihi bi-ilhaadin bizhulmin nudziqhu min 'adzaabin aliimin
««•»»
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.
««•»»
Indeed those who are faithless and who bar from the way of Allah and the Sacred Mosque, which We have assigned for all the people, the native and the visitor being equal therein —whoever seeks to commit therein sacrilege with the intent of wrongdoing, We shall make him taste a painful punishment.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa semua orang yang mengingkari ke-Esaan dan kekuasaan Allah, mendustakan Rasul dan mengingkari agama yang dibawanya, menghalang-halangi manusia masuk agama Islam dan menegakkan kalimat Allah, menghalang-halangi kaum Muslimin masuk Masjidilharam untuk beribadat, baik orang-orang penduduk Mekah asli maupun datang dari negeri lain dan menghalang-halangi orang beribadat di dalamnya, niscaya Allah akan menimpakan kepada mereka azab yang sangat pedih.

Menurut riwayat Ibnu Abbas r.a. ayat ini sesungguhnya diturunkan berhubungan dengan Abu Sofyan bin Harb dan kawan-kawannya. Mereka itu menghalang-halangi Rasulullah saw. dan para sahabat memasuki Masjidilharam untuk melakukan ibadah umrah di tahun "perdamaian Hudaibiyah". Karena itu Rasulullah saw. mengancam akan memerangi mereka jika mereka tetap menghalangi beliau dari mengerjakan umrah itu. Waktu itu Rasulullah berada dalam keadaan ihram. Kemudian terjadilah kesepakatan yang melahirkan perjanjian Hudaibiyah, yang di dalamnya tercantum bahwa Rasulullah tidak jadi umrah di tahun itu, akan tetapi ditangguhkan sampai tahun depan dan mereka tidak akan menghalangi masuk Masjidilharam mengerjakan ibadah, pada tahun yang akan datang itu.

Dari ayat di atas dipahamkan bahwa Masjidilharam adalah suatu daerah yang terletak di sekitar Kakbah. Tempat tersebut adalah tempat kaum Muslimin mengerjakan ibadah haji, umrah serta ibadah-ibadah yang lain, seperti tawaf, salat, iktikaf, zikir, dan sebagainya baik mereka berasal dari Mekah sendiri maupun yang berasal dari negara-negara yang lain di luar negeri Mekah. Dengan perkataan lain Bahwa semua kaum Muslimin berhak melakukan ibadah di tempat itu, dari manapun mereka datang. Allah SWT. mengancam dengan azab yang keras orang-orang yang mencegah dan menghalang-halanginya. Karena itu ada para ulama yang mempersoalkan kedudukan tanah yang berada di sekitar Masjidilharam itu, apakah tanah itu dapat dimiliki oleh perorangan atau pemerintah, atau tanah itu merupakan hak seluruh kaum Muslimin Untuk pengaturannya sekarang diserahkan kepada negara Arab Saudi, karena negara itulah yang paling dekat dengan Masjidilharam itu, selama negara tersebut melaksanakan perintah-perintah Allah.

Menurut Imam Mujahid dan Malik: Masjidilharam itu adalah milik kaum Muslimin seluruhnya, tidak seorangpun atau sesuatu negarapun yang boleh memilikinya. Pendapat ini juga diikuti oleh Imam Abu Hanifah, alasan mereka ialah: perkataan baik "yang bermukim maupun yang berkunjung" berarti Masjidilharam dijadikan bagi manusia, agar mereka menghormatinya, beribadat padanya baik bagi orang-orang Mekah maupun orang-orang yang berasal dari luar Mekah.

Karena itu tiadalah dapat dikatakan bahwa penduduk Mekah lebih berhak atas Masjidilharam itu dari penduduk dari luar Mekah.

Alasan-alasan mereka yang lain ialah:

Pertama
Menurut riwayat, bahwa Umar, Ibnu Abbas dan Jemaah sahabat berpendapat: para pengunjung Masjidilharam boleh menempati rumah-rumah yang didapatinya kosong, belum berpenghuni di Mekah, dan orang-orang Mekah sendiri yang empunya rumah kosong itu, hendaklah mengizinkannya.

Ke·dua
Hadis Nabi Muhammad saw:
عن عبد الله ابن عمر قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مكة مناح لا تباع رباعها وتؤاجر بيوتها.
Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, "Berkata Rasulullah saw. "Mekah itu pemberian, tidak boleh dijual hasilnya dan tidak boleh disewakan rumahnya.
(HR. Daruqutni)

Ke·tiga
Dan hadis Nabi saw. lagi:
عن عائشة رضي الله عنها قالت, قلت يا رسول الله ألا أبني لك بمنى بيتا أو بناء يظلك من الشمس, قال لا, إنما هو مناح من سبق إليه.
Dari Aisyah ra. ia berkata, "Ya Rasulullah, bolehkah aku buatkan untukmu rumah di Mina atau rumah yang dapat melindungi engkau dari terik panas matahari? Beliau menjawab, "Tidak, sesungguhnya tanah itu adalah hadiah bagi orang yang lebih dahulu mendapatkannya"
(HR. Abu Daud)

Ke·empat
Menurut suatu riwayat: pada permulaan Islam, Masjidilharam tidak mempunyai pintu-pintu masuk, sehingga sampai pada suatu masa, yang pada waktu itu telah banyak pencuri berdatangan, lalu seorang laki-laki membuat pintu-pintu, tetapi Umar melarangnya dan berkata, "Apakah kamu menutup pintu-pintu orang-orang berhaji ke Baitullah? Laki-laki itu menjawab : Aku membuat pintu-pintu untuk memelihara barang-barang pengunjung dari pencuri". Karena itu Umar r.a. membiarkannya.

Dalam pada itu Imam Syafii berpendapat bahwa tanah sekitar Masjidilharam itu boleh dimiliki dan diperjual-belikan, asal tidak menghalangi kaum Muslimin beribadat di sana.

Perbedaan pendapat ini berpangkal pada persoalan; Apakah Nabi Muhammad dan para sahabat menaklukkan Mekah dari orang-orang musyrik Mekah waktu fathu Mekah dengan cara kekerasan atau dengan cara damai? Jika direbut dari tangan orang-orang musyrik dengan kekerasan, tentulah tanah sekitar Masjidilharam itu merupakan harta rampasan bagi kaum Muslimin yang harus dibagi-bagi sesuai dengan ketentuan agama. Tetapi Rasulullah tidak membagi-baginya, sehingga tetaplah tanah itu merupakan milik bagi kaum Muslimin sampai saat ini. hal yang seperti ini pernah pula dilakukan oleh Sayidina `Umar pada suatu daerah yang telah direbutnya dari orang-orang kafir. Pendapat kedua menyatakan bahwa tanah Mekah itu direbut Nabi Muhammad saw. dengan cara damai, karena itu ia bukan merupakan barang rampasan, dan tetap menjadi milik empunya waktu itu. Kemudian diwariskan atau dijual oleh pemiliknya yang dahulu, sehingga menjadi milik dari yang empunya pada saat ini.

Sekalipun ada perbedaan pendapat yang demikian, namun para ulama sependapat bahwa Masjidilharam merupakan tempat beribadat bagi seluruh kaum Muslimin di manapun mereka berada. Mereka boleh datang kapan saja mereka kehendaki, tanpa seorangpun yang boleh mengganggu dan menghalanginya. Jika berlawanan kepentingan pribadi atau golongan dengan kepentingan agama Islam, maka kepentingan agama Islam yang harus diutamakan dun diprioritaskan. Tentu saja kaum Muslimin yang telah bermukim dan menjadi penduduk Mekah itu berhak dan boIeh mencari nafkah dari hasil usaha mereka melayani dan mengurus jemaah haji yang datang dari segenap penjuru dunia Sekalipun demikian, usaha mengurus dan melayani jemaah haji itu, tidak boleh dikomersilkan, semata-mata dilakukan untuk mencari keuntungan yang besar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah) dari ketaatan kepada-Nya (dan) dari (Masjidilharam yang telah Kami jadikan ia) sebagai manasik dan tempat beribadah (untuk semua manusia, baik yang bermukim) yang tinggal (di situ maupun di padang pasir) yakni pendatang (dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan) huruf Ba di sini adalah Zaidah (secara zalim) yang menyebabkan orang yang bersangkutan zalim, seumpamanya ia mengerjakan perbuatan yang terlarang, sekalipun dalam bentuk mencaci pelayan (niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih)" yang menyakitkan. Berdasarkan pengertian ini maka Khabar Inna diambil daripadanya. Maksudnya, sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan dari Masjidilharam, niscaya Kami akan rasakan kepada mereka sebagian siksa yang pedih.
««•»»
Truly those who disbelieve, and who bar from the way of God, [from] obedience to Him, and, from, the Sacred Mosque, which We have assigned, as a [holy] rite and a place of devotion, for mankind, equally for the dweller, the one who resides, therein and the visitor, the passer-by; and whoever seeks [to commit] sacrilege therein (the bā’ [of bi-ilhādin, ‘sacrilege’] is extra) by doing wrong, in other words, for such a reason, committing what is forbidden, even if he should curse the [Mosque’s] attendant, We shall make him taste a painful chastisement, that is, some such [chastisement] (from this [last clause] one may derive the predicate of [the introductory particle] inna, ‘truly’, and it is this: ‘We shall make them taste a painful chastisement’.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»


Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Mujahid yang telah menceritakan, bahwa mereka (yakni orang-orang yang datang untuk mengerjakan ibadah haji) sebelumnya datang hanya dengan berjalan kaki dan tidak memakai kendaraan. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus."
(QS. Al Hajj [22]:27)

Setelah itu Allah swt. memberikan kemurahan kepada mereka, sehingga mereka boleh membawa bekal, menaiki kendaraan dan berniaga dalam bulan haji.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:25

[022] Al Hajj Ayat 024

««•»»
Surah Al Hajj 24

 وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَىٰ صِرَاطِ الْحَمِيدِ««•»»
wahuduu ilaa alththhayyibi mina alqawli wahuduu ilaa shiraathi alhamiidi
««•»»
Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.
««•»»
They shall be guided to the purest speech, and guided to the path of the All-laudable.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT. menerangkan balasan atau ganjaran yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang membersihkan diri dan hatinya serta selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah.

Balasan itu ialah:
  1. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
  2. Mereka diberi perhiasan yang indah, seperti gelang-gelang dari emas, mahkota yang bertahtakan permata dan mutiara yang indah.
  3. Bagi mereka disediakan pakaian sutera yang indah.
  4. Mereka diberi petunjuk dan pelajaran, sehingga mereka mengucapkan perkataan yang sopan dan sedap di dengar, mengerjakan perbuatan yang menyenangkan hati orang dapat bergaul dengan baik dengan penduduk surga yang lain, hidup bersaudara, saling kasih mengasihi.
Sebagaimana keterangan Allah tentang azab di atas, maka gambaran kenikmatan dan kesenangan yang digambarkan pada ayat ini, sebagai balasan yang akan diterima orang-orang yang beriman dan beramal saleh di akhirat nanti adalah sama dengan kenikmatan dan kesenangan yang selalu diimpikan oleh manusia selama mereka hidup di dunia. Pada umumnya manusia waktu hidup di dunia menginginkan kekayaan yang berlimpah-limpah, mempunyai kedudukan yang terhormat dan kekuasaan yang tidak terbatas, mempunyai istri-istri yang cantik dan perkakas rumah tangga yang serba mewah.

Sekalipun Allah SWT. telah menjelaskan dalam ayat-ayat-Nya hal-hal yang demikian itu, namun masalah surga dan juga masalah neraka itu termasuk hal yang gaib bagi manusia, hanya Allah sajalah yang mengetahui hakikat yang sebenarnya, tetapi kaum Muslimin wajib percaya bahwa surga dan neraka itu pasti ada. Gambaran yang diberikan Allah itu, merupakan sebagian saja dari kesenangan yang dijanjikan itu. Kesenangan yang sebenarnya lebih dari itu, karena bagi manusia sendiri tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai perbandingan. Yang jelas ialah bahwa orang-orang yang beriman akan mengalami kesenangan dan kenikmatan yang tiada taranya, belum pernah di rasakan selama hidup di dunia, semua menyenangkan hati, perasaan, pikiran, penglihatan, pendengaran dan sebagainya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka diberi petunjuk) di dunia (kepada ucapan-ucapan yang baik) yaitu kalimat La Ilaaha Illallaah/ tidak ada Tuhan selain Allah (dan mereka ditunjuki pula kepada jalan yang terpuji) yakni jalan Allah yang terpuji dan agama-Nya.
««•»»
And they shall be guided, in this world, to wholesome words, namely, ‘There is no god except God’, and they shall be guided to the path of the Praised, that is, to the praiseworthy way of God and His religion.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 23][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:24

Minggu, 14 Juni 2015

[022] Al Hajj Ayat 023

««•»»
Surah Al Hajj 23

إِنَّ اللَّهَ يُدخِلُ الَّذينَ آمَنوا وَعَمِلُوا الصّالِحاتِ جَنّاتٍ تَجري مِن تَحتِهَا الأَنهارُ يُحَلَّونَ فيها مِن أَساوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤلُؤًا ۖ وَلِباسُهُم فيها حَريرٌ««•»»
inna allaaha yudkhilu alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru yuhallawna fiihaa min asaawira min dzahabin walu/lu-an walibaasuhum fiihaa hariirun
««•»»
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.
««•»»
Indeed Allah will admit those who have faith and do righteous deeds into gardens with streams running in them, adorned therein with bracelets of gold and pearl, and their dress therein will be silk.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT. menerangkan balasan atau ganjaran yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang membersihkan diri dan hatinya serta selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah.

Balasan itu ialah:
  1. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
  2. Mereka diberi perhiasan yang indah, seperti gelang-gelang dari emas, mahkota yang bertahtakan permata dan mutiara yang indah.
  3. Bagi mereka disediakan pakaian sutera yang indah.
  4. Mereka diberi petunjuk dan pelajaran, sehingga mereka mengucapkan perkataan yang sopan dan sedap di dengar, mengerjakan perbuatan yang menyenangkan hati orang dapat bergaul dengan baik dengan penduduk surga yang lain, hidup bersaudara, saling kasih mengasihi.
Sebagaimana keterangan Allah tentang azab di atas, maka gambaran kenikmatan dan kesenangan yang digambarkan pada ayat ini, sebagai balasan yang akan diterima orang-orang yang beriman dan beramal saleh di akhirat nanti adalah sama dengan kenikmatan dan kesenangan yang selalu diimpikan oleh manusia selama mereka hidup di dunia. Pada umumnya manusia waktu hidup di dunia menginginkan kekayaan yang berlimpah-limpah, mempunyai kedudukan yang terhormat dan kekuasaan yang tidak terbatas, mempunyai istri-istri yang cantik dan perkakas rumah tangga yang serba mewah.

Sekalipun Allah SWT. telah menjelaskan dalam ayat-ayat-Nya hal-hal yang demikian itu, namun masalah surga dan juga masalah neraka itu termasuk hal yang gaib bagi manusia, hanya Allah sajalah yang mengetahui hakikat yang sebenarnya, tetapi kaum Muslimin wajib percaya bahwa surga dan neraka itu pasti ada. Gambaran yang diberikan Allah itu, merupakan sebagian saja dari kesenangan yang dijanjikan itu. Kesenangan yang sebenarnya lebih dari itu, karena bagi manusia sendiri tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai perbandingan. Yang jelas ialah bahwa orang-orang yang beriman akan mengalami kesenangan dan kenikmatan yang tiada taranya, belum pernah di rasakan selama hidup di dunia, semua menyenangkan hati, perasaan, pikiran, penglihatan, pendengaran dan sebagainya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Allah swt. berfirman kepada orang-orang Mukmin, ("Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara) kalau dibaca Lu-luin maka artinya perhiasan itu terdiri dari emas dan mutiara, atau emas itu dihiasi dengan mutiara. Jika dibaca Lu-luan berarti ia di`athafkan secara Mahall kepada lafal Min Asaawira. (Dan pakaian mereka adalah sutera) yaitu pakaian yang diharamkan bagi kaum lelaki di dunia.
««•»»
And He [God] says of the believers: Indeed God shall admit those who believe and perform righteous deeds into gardens underneath which rivers flow; adorned therein with bracelets of gold and pearl (read wa-lu’lu’in, genitive, to mean [bracelets] made of both [elements], so that the pearls are set in gold; or read wa-lu’lu’an, accusative, as a supplement to the [syntactical] locus of min asāwira, ‘bracelets’); and their raiment therein will be silk, namely, the one forbidden for men to wear in this world.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:23

[022] Al Hajj Ayat 022

««•»»
Surah Al Hajj 22

كُلَّما أَرادوا أَن يَخرُجوا مِنها مِن غَمٍّ أُعيدوا فيها وَذوقوا عَذابَ الحَريقِ
««•»»
kullamaa araaduu an yakhrujuu minhaa min ghammin u'iiduu fiihaa wadzuuquu 'adzaaba alhariiqi
««•»»
Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), "Rasailah azab yang membakar ini".
««•»»
Whenever they desire to leave it out of anguish, they will be turned back into it [and told]: ‘Taste the punishment of the burning!’
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa yang enam tersebut pada ayat di atas dapat dibagi kepada dua golongan saja, yaitu golongan kafir dan golongan mukmin. Yang termasuk gologan kafir ialah orang-orang Yahudi, orang-orang Sabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kelima golongan ini mempunyai asas-asas kepercayaan yang berbeda, golongan yang satu tidak mengakui bahkan mengingkari pokok-pokok kepercayaan golongan yang lain, sehingga antara mereka terjadi pertikaian pikiran dan pendapat yang kadang-kadang meningkat menjadi permusuhan. Golongan kedua ialah golongan mukmin yaitu golongan yang taat kepada Allah. Antara golongan pertama dan golongan kedua sering terjadi perdebatan dan permusuhan,

sebagaimana yang dilukiskan hadis Nabi Muhammad saw. juga merupakan sebab turunnya ayat ini:
اخرج ابن جرير وابن مردويه عن ابن عباس أنه قال: تخاصم المؤمنون واليهود فقالت اليهود: نحن أولى بالله تعالى وأقدم منكم كتابا ونبينا قبل نبيكم وقال المؤمنون نحن أحق بالله تعالى: آمنا بمحمد صلى الله عليه وسلم وآمنا بنبيكم بما انزل الله تعالى من كتاب وأنتم تعرفون كتابنا ونبينا ثم تركتموه وكفرتم به حسدا, فنزلت الآية.
Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, "Telah berbantahan orang-orang mukmin dengan orang-orang Yahudi, maka berkata orang-orang Yahudi, "Kami lebih utama di sisi Allah Taala, Kitab kami lebih dahulu diturunkan dari pada kitabmu, Nabi kami lebih dahulu diturunkan dari pada Nabimu". Berkata orang-orang mukmin, "Kami lebih berhak dengan Allah Taala, kami beriman kepada Muhammad saw, beriman kepada Nabimu, beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan Allah, sedang kamu mengenal kitab kami dan Nabi kami, kemudian kamu meninggalkannya dan kafir kepadanya karena dengki". Maka turunlah ayat ini.
(HR. Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas)

Hadis yang lain menerangkan
ويروي جماعة من الصحابة والتابعين وهم أعرف من غيرهم أسباب النزول أن المراد بالخصمين هنا هم الذين برزوا يوم بدر فمن المؤمنين حمزة وعلي وعبيدة ومن الكافرين عتبة وشيبة أبناء ربيعة والوليد بن عتبة.
Jemaah sahabat dan tabiin meriwayatkan sebab turunnya ayat ini. Dan mereka lebih mengetahui dari yang lain. Yang dimaksud dua golongan yang bermusuhan dalam ayat ini, ialah dua golongan yang terlibat dalam perang Badar dan golongan mukmin ialah Hamzah, Ali dan Ubaidah dan dari golongan kafir, yaitu `Utbah dan Sayibah keduanya putra Rabi'ah dan Walid bin Utbah.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut riwayat Bukhari dan imam-imam hadis yang lain dari Ali, ia berkata "Ayat ini diturunkan berhubungan dengan kami dan kamilah orang yang mula-mula diperiksa yang berhubungan dengan permusuhan di hadapan Allah pada hari kiamat.

Melihat kepada riwayat hadis Ali maka yang diriwayatkan Bukharilah yang kuat, yang menerangkan bahwa golongan yang bertentangan itu ialah golongan-golongan yang berperang pada perang Badar. Namun demikian ayat inipun mencakup semua pertentangan dan permusuhan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir sejak masa Ali dan sahabat-sahabatnya itu sampai kepada pertentangan-pertentangan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir masa kini. Semua pertentangan dan permusuhan itu akan diadili Allah pada hari kiamat. Dan kepada mereka akan diberi keputusan yang seadil-adilnya akan diberi hukuman dan ganjaran yang tepat pula.

Dalam ayat ini dan ayat berikutnya akan digambarkan bentuk-bentuk hukuman dan azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir serta bentuk-bentuk nikmat yang akan diterima oleh orang-orang mukmin kelak.

Azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir diterangkan Allah sebagai berikut:

PERTAMA
Orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang panas menyala-nyala, sehingga api itu meliputi seluruh badan mereka, seperti pakaian yang membungkus dan meliputi seluruh badan orang yang memakainya. Pada ayat lain diterangkan pula keadaan orang-orang kafir di dalam neraka; mereka diliputi api neraka sampai meliputi seluruh badan mereka.

Allah berfirman:
لهم من جهنم مهاد ومن فوقهم غواش وكذلك نجزي الظالمين
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
(QS. Al A'raaf [7]:41)

Sebagian ulama berpendapat bahwa pakaian yang menutupi seluruh badan mereka itu, terbuat dari pelangkin sangat panas,

sebagai firman Allah:
سرابيلهم من قطران وتغشى وجوههم النار
Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.
(QS. Ibrahim [14]:50)

KE·DUA
Dituangkan ke atas kepala mereka air yang mendidih yang sangat panas.

Hadis Nabi Muhammad saw. menjelaskan pula hal ini.
عن أبي هريرة أنه تلا هذه الآية فقال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول أن الحميم ليصب على رءوسهم فينفذ من الجمجمة حتى يخلص إلى جوفه فيسلت ما في جوفه حتى يبلغ قدميه وهو الصهر ثم يعاد كما كان
Dari Abu Hurairah, sesugguhnya dia membaca ayat ini, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, "Sesungguhnya air panas mendidih dituangkan ke atas kepala mereka (orang-orang kafir), lalu air panas itu menembus tenggorokannya sampai ke rongga perutnya, maka dihancurkannya apa yang berada dalam rongga perut itu, hingga sampailah air panas itu ke tumitnya yang dalam keadaan cair, kemudian (tubuh orang itu) kembali seperti semula.
(HR. Tirmizi)

KE·TIGA
Mereka dicambuk dengan cemeti-cemeti yang terbuat dari besi, hingga mengenai muka, kepala dan seluruh tubuhnya.

KE·EMPAT
Setiap mereka mencoba-coba lari ke luar dari neraka, mereka dihalau dan dicambuk dengan cemeti itu, seraya dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah olehmu azab yang sangat ini, sebagai balasan bagi keingkaran dan kedurhakaan.

Inilah gambaran azab ukhrawi yang diterangkan Allah SWT. kepada manusia, sesuai dengan gambaran manusia di dunia terhadap azab atau siksaan yang ditakutinya, serta berat dan pedih dirasakannya Dengan keterangan itu manusia dapat membayangkan bagaimana hebat dan pedihnya azab yang diterima orang-orang kafir di hari kiamat nanti, sehingga gambaran itu merupakan khabar yang menakutkan baginya. Hal ini adalah sebagai salah satu cara Alquran meyakinkan manusia dan menyadarkannya dari keingkaran dan kedurhakaan yang telah diperbuatnya Bagaimana hakikat yang sebenarnya dari azab ukhrawi itu, adalah termasuk pengetahuan yang gaib, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui, mungkin sesuai dengan yang dilukiskan itu yang berupa azab jasmani atau mungkin pula berupa azab jasmani dan azab rohani.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka) tempat mereka diazab (lantaran kesengsaraan mereka) yang menekan diri mereka di dalam neraka (niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya) mereka dipukuli dengan palu-palu besi supaya kembali lagi ke neraka. (Dan) dikatakan kepada mereka, ("Rasailah azab yang membakar ini") azab yang sangat membakar ini.

««•»»
Whenever they desire to exit from it, that is, [from] the Fire, on account of [their] anguish, they are made to return into it, they are driven back into it with the hooked rods, and, it shall be said to them: ‘Taste the chastisement of the burning!’, namely, the one that has reached ultimate [degree of] combustion.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ali yang telah menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang kami alami, yaitu sewaktu kami melakukan duel dalam perang Badar; ayat tersebut adalah firman-Nya, "Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan Kafir) yang bersengketa; mereka saling bersengketa mengenai Rabb mereka..."
(QS. Al Haji [22]:19)
sampai dengan firman-Nya,
"Rasailah azab yang membakar ini"
(QS. Al Haji [22]:22).

Imam Hakim juga mengetengahkan hadis yang sama, hanya ia melaini jalur, sanad yang lain tetapi sumbernya sama yaitu dari sahabat Ali r.a. Sahabat Ali ibnu Abu Thalib menceritakan, bahwa ayat tadi diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang perang tanding dalam perang Badar; mereka adalah sahabat Hamzah, sahabat Ali, sahabat Ubaidah ibnul Harits di satu pihak, dan Utbah ibnu Rabiah, Syaibah ibnu Rabiah dan Walid ibnu Utbah di pihak lain.

Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Aufiy yang ia terima dari sahabat Ibnu Abbas r.a, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang ahli kitab; mereka berkata kepada orang-orang Mukmin, "Kami lebih utama terhadap Allah daripada kalian; dan kitab kami lebih dahulu daripada kitab kalian, serta Nabi kami lebih dahulu daripada Nabi kalian". Maka orang-orang Mukmin menjawab, "Kami lebih berhak kepada Allah; kami beriman kepada Muhammad dan Nabi kalian, serta kepada kitab-kitab lain yang telah diturunkan oleh Allah". Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melaini Qatadah, yang isi hadisnya sama dengan hadis di atas.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 21][AYAT 23]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:22

[022] Al Hajj Ayat 021

««•»»
Surah Al Hajj 21

وَلَهُم مَقامِعُ مِن حَديدٍ
««•»»
walahum maqaami'u min hadiidin
««•»»
Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.
««•»»
and there will be clubs of iron for them.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa yang enam tersebut pada ayat di atas dapat dibagi kepada dua golongan saja, yaitu golongan kafir dan golongan mukmin. Yang termasuk gologan kafir ialah orang-orang Yahudi, orang-orang Sabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kelima golongan ini mempunyai asas-asas kepercayaan yang berbeda, golongan yang satu tidak mengakui bahkan mengingkari pokok-pokok kepercayaan golongan yang lain, sehingga antara mereka terjadi pertikaian pikiran dan pendapat yang kadang-kadang meningkat menjadi permusuhan. Golongan kedua ialah golongan mukmin yaitu golongan yang taat kepada Allah. Antara golongan pertama dan golongan kedua sering terjadi perdebatan dan permusuhan,

sebagaimana yang dilukiskan hadis Nabi Muhammad saw. juga merupakan sebab turunnya ayat ini:
اخرج ابن جرير وابن مردويه عن ابن عباس أنه قال: تخاصم المؤمنون واليهود فقالت اليهود: نحن أولى بالله تعالى وأقدم منكم كتابا ونبينا قبل نبيكم وقال المؤمنون نحن أحق بالله تعالى: آمنا بمحمد صلى الله عليه وسلم وآمنا بنبيكم بما انزل الله تعالى من كتاب وأنتم تعرفون كتابنا ونبينا ثم تركتموه وكفرتم به حسدا, فنزلت الآية.
Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, "Telah berbantahan orang-orang mukmin dengan orang-orang Yahudi, maka berkata orang-orang Yahudi, "Kami lebih utama di sisi Allah Taala, Kitab kami lebih dahulu diturunkan dari pada kitabmu, Nabi kami lebih dahulu diturunkan dari pada Nabimu". Berkata orang-orang mukmin, "Kami lebih berhak dengan Allah Taala, kami beriman kepada Muhammad saw, beriman kepada Nabimu, beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan Allah, sedang kamu mengenal kitab kami dan Nabi kami, kemudian kamu meninggalkannya dan kafir kepadanya karena dengki". Maka turunlah ayat ini.
(HR. Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas)

Hadis yang lain menerangkan
ويروي جماعة من الصحابة والتابعين وهم أعرف من غيرهم أسباب النزول أن المراد بالخصمين هنا هم الذين برزوا يوم بدر فمن المؤمنين حمزة وعلي وعبيدة ومن الكافرين عتبة وشيبة أبناء ربيعة والوليد بن عتبة.
Jemaah sahabat dan tabiin meriwayatkan sebab turunnya ayat ini. Dan mereka lebih mengetahui dari yang lain. Yang dimaksud dua golongan yang bermusuhan dalam ayat ini, ialah dua golongan yang terlibat dalam perang Badar dan golongan mukmin ialah Hamzah, Ali dan Ubaidah dan dari golongan kafir, yaitu `Utbah dan Sayibah keduanya putra Rabi'ah dan Walid bin Utbah.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut riwayat Bukhari dan imam-imam hadis yang lain dari Ali, ia berkata "Ayat ini diturunkan berhubungan dengan kami dan kamilah orang yang mula-mula diperiksa yang berhubungan dengan permusuhan di hadapan Allah pada hari kiamat.

Melihat kepada riwayat hadis Ali maka yang diriwayatkan Bukharilah yang kuat, yang menerangkan bahwa golongan yang bertentangan itu ialah golongan-golongan yang berperang pada perang Badar. Namun demikian ayat inipun mencakup semua pertentangan dan permusuhan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir sejak masa Ali dan sahabat-sahabatnya itu sampai kepada pertentangan-pertentangan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir masa kini. Semua pertentangan dan permusuhan itu akan diadili Allah pada hari kiamat. Dan kepada mereka akan diberi keputusan yang seadil-adilnya akan diberi hukuman dan ganjaran yang tepat pula.

Dalam ayat ini dan ayat berikutnya akan digambarkan bentuk-bentuk hukuman dan azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir serta bentuk-bentuk nikmat yang akan diterima oleh orang-orang mukmin kelak.

Azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir diterangkan Allah sebagai berikut:

PERTAMA
Orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang panas menyala-nyala, sehingga api itu meliputi seluruh badan mereka, seperti pakaian yang membungkus dan meliputi seluruh badan orang yang memakainya. Pada ayat lain diterangkan pula keadaan orang-orang kafir di dalam neraka; mereka diliputi api neraka sampai meliputi seluruh badan mereka.

Allah berfirman:
لهم من جهنم مهاد ومن فوقهم غواش وكذلك نجزي الظالمين
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
(QS. Al A'raaf [7]:41)

Sebagian ulama berpendapat bahwa pakaian yang menutupi seluruh badan mereka itu, terbuat dari pelangkin sangat panas,

sebagai firman Allah:
سرابيلهم من قطران وتغشى وجوههم النار
Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.
(QS. Ibrahim [14]:50)

KE·DUA
Dituangkan ke atas kepala mereka air yang mendidih yang sangat panas.

Hadis Nabi Muhammad saw. menjelaskan pula hal ini.
عن أبي هريرة أنه تلا هذه الآية فقال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول أن الحميم ليصب على رءوسهم فينفذ من الجمجمة حتى يخلص إلى جوفه فيسلت ما في جوفه حتى يبلغ قدميه وهو الصهر ثم يعاد كما كان
Dari Abu Hurairah, sesugguhnya dia membaca ayat ini, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, "Sesungguhnya air panas mendidih dituangkan ke atas kepala mereka (orang-orang kafir), lalu air panas itu menembus tenggorokannya sampai ke rongga perutnya, maka dihancurkannya apa yang berada dalam rongga perut itu, hingga sampailah air panas itu ke tumitnya yang dalam keadaan cair, kemudian (tubuh orang itu) kembali seperti semula.
(HR. Tirmizi)

KE·TIGA
Mereka dicambuk dengan cemeti-cemeti yang terbuat dari besi, hingga mengenai muka, kepala dan seluruh tubuhnya.

KE·EMPAT
Setiap mereka mencoba-coba lari ke luar dari neraka, mereka dihalau dan dicambuk dengan cemeti itu, seraya dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah olehmu azab yang sangat ini, sebagai balasan bagi keingkaran dan kedurhakaan.

Inilah gambaran azab ukhrawi yang diterangkan Allah SWT. kepada manusia, sesuai dengan gambaran manusia di dunia terhadap azab atau siksaan yang ditakutinya, serta berat dan pedih dirasakannya Dengan keterangan itu manusia dapat membayangkan bagaimana hebat dan pedihnya azab yang diterima orang-orang kafir di hari kiamat nanti, sehingga gambaran itu merupakan khabar yang menakutkan baginya. Hal ini adalah sebagai salah satu cara Alquran meyakinkan manusia dan menyadarkannya dari keingkaran dan kedurhakaan yang telah diperbuatnya Bagaimana hakikat yang sebenarnya dari azab ukhrawi itu, adalah termasuk pengetahuan yang gaib, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui, mungkin sesuai dengan yang dilukiskan itu yang berupa azab jasmani atau mungkin pula berupa azab jasmani dan azab rohani.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan untuk mereka palu-palu dari besi) untuk memukul kepala mereka.

««•»»
And there will be hooked rods of iron for them, for their heads to be beaten with.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ali yang telah menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang kami alami, yaitu sewaktu kami melakukan duel dalam perang Badar; ayat tersebut adalah firman-Nya, "Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan Kafir) yang bersengketa; mereka saling bersengketa mengenai Rabb mereka..."
(QS. Al Haji [22]:19)
sampai dengan firman-Nya,
"Rasailah azab yang membakar ini"
(QS. Al Haji [22]:22).

Imam Hakim juga mengetengahkan hadis yang sama, hanya ia melaini jalur, sanad yang lain tetapi sumbernya sama yaitu dari sahabat Ali r.a. Sahabat Ali ibnu Abu Thalib menceritakan, bahwa ayat tadi diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang perang tanding dalam perang Badar; mereka adalah sahabat Hamzah, sahabat Ali, sahabat Ubaidah ibnul Harits di satu pihak, dan Utbah ibnu Rabiah, Syaibah ibnu Rabiah dan Walid ibnu Utbah di pihak lain.

Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Aufiy yang ia terima dari sahabat Ibnu Abbas r.a, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang ahli kitab; mereka berkata kepada orang-orang Mukmin, "Kami lebih utama terhadap Allah daripada kalian; dan kitab kami lebih dahulu daripada kitab kalian, serta Nabi kami lebih dahulu daripada Nabi kalian". Maka orang-orang Mukmin menjawab, "Kami lebih berhak kepada Allah; kami beriman kepada Muhammad dan Nabi kalian, serta kepada kitab-kitab lain yang telah diturunkan oleh Allah". Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melaini Qatadah, yang isi hadisnya sama dengan hadis di atas.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:21

[022] Al Hajj Ayat 020

««•»»
Surah Al Hajj 20

يُصهَرُ بِهِ ما في بُطونِهِم وَالجُلودُ
««•»»
yushharu bihi maa fii buthuunihim waaljuluudu
««•»»
Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).
««•»»
with which their skins and entrails will be fused,
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa yang enam tersebut pada ayat di atas dapat dibagi kepada dua golongan saja, yaitu golongan kafir dan golongan mukmin. Yang termasuk gologan kafir ialah orang-orang Yahudi, orang-orang Sabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kelima golongan ini mempunyai asas-asas kepercayaan yang berbeda, golongan yang satu tidak mengakui bahkan mengingkari pokok-pokok kepercayaan golongan yang lain, sehingga antara mereka terjadi pertikaian pikiran dan pendapat yang kadang-kadang meningkat menjadi permusuhan. Golongan kedua ialah golongan mukmin yaitu golongan yang taat kepada Allah. Antara golongan pertama dan golongan kedua sering terjadi perdebatan dan permusuhan,

sebagaimana yang dilukiskan hadis Nabi Muhammad saw. juga merupakan sebab turunnya ayat ini:
اخرج ابن جرير وابن مردويه عن ابن عباس أنه قال: تخاصم المؤمنون واليهود فقالت اليهود: نحن أولى بالله تعالى وأقدم منكم كتابا ونبينا قبل نبيكم وقال المؤمنون نحن أحق بالله تعالى: آمنا بمحمد صلى الله عليه وسلم وآمنا بنبيكم بما انزل الله تعالى من كتاب وأنتم تعرفون كتابنا ونبينا ثم تركتموه وكفرتم به حسدا, فنزلت الآية.
Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, "Telah berbantahan orang-orang mukmin dengan orang-orang Yahudi, maka berkata orang-orang Yahudi, "Kami lebih utama di sisi Allah Taala, Kitab kami lebih dahulu diturunkan dari pada kitabmu, Nabi kami lebih dahulu diturunkan dari pada Nabimu". Berkata orang-orang mukmin, "Kami lebih berhak dengan Allah Taala, kami beriman kepada Muhammad saw, beriman kepada Nabimu, beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan Allah, sedang kamu mengenal kitab kami dan Nabi kami, kemudian kamu meninggalkannya dan kafir kepadanya karena dengki". Maka turunlah ayat ini.
(HR. Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas)

Hadis yang lain menerangkan
ويروي جماعة من الصحابة والتابعين وهم أعرف من غيرهم أسباب النزول أن المراد بالخصمين هنا هم الذين برزوا يوم بدر فمن المؤمنين حمزة وعلي وعبيدة ومن الكافرين عتبة وشيبة أبناء ربيعة والوليد بن عتبة.
Jemaah sahabat dan tabiin meriwayatkan sebab turunnya ayat ini. Dan mereka lebih mengetahui dari yang lain. Yang dimaksud dua golongan yang bermusuhan dalam ayat ini, ialah dua golongan yang terlibat dalam perang Badar dan golongan mukmin ialah Hamzah, Ali dan Ubaidah dan dari golongan kafir, yaitu `Utbah dan Sayibah keduanya putra Rabi'ah dan Walid bin Utbah.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut riwayat Bukhari dan imam-imam hadis yang lain dari Ali, ia berkata "Ayat ini diturunkan berhubungan dengan kami dan kamilah orang yang mula-mula diperiksa yang berhubungan dengan permusuhan di hadapan Allah pada hari kiamat.

Melihat kepada riwayat hadis Ali maka yang diriwayatkan Bukharilah yang kuat, yang menerangkan bahwa golongan yang bertentangan itu ialah golongan-golongan yang berperang pada perang Badar. Namun demikian ayat inipun mencakup semua pertentangan dan permusuhan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir sejak masa Ali dan sahabat-sahabatnya itu sampai kepada pertentangan-pertentangan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir masa kini. Semua pertentangan dan permusuhan itu akan diadili Allah pada hari kiamat. Dan kepada mereka akan diberi keputusan yang seadil-adilnya akan diberi hukuman dan ganjaran yang tepat pula.

Dalam ayat ini dan ayat berikutnya akan digambarkan bentuk-bentuk hukuman dan azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir serta bentuk-bentuk nikmat yang akan diterima oleh orang-orang mukmin kelak.

Azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir diterangkan Allah sebagai berikut:

PERTAMA
Orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang panas menyala-nyala, sehingga api itu meliputi seluruh badan mereka, seperti pakaian yang membungkus dan meliputi seluruh badan orang yang memakainya. Pada ayat lain diterangkan pula keadaan orang-orang kafir di dalam neraka; mereka diliputi api neraka sampai meliputi seluruh badan mereka.

Allah berfirman:
لهم من جهنم مهاد ومن فوقهم غواش وكذلك نجزي الظالمين
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
(QS. Al A'raaf [7]:41)

Sebagian ulama berpendapat bahwa pakaian yang menutupi seluruh badan mereka itu, terbuat dari pelangkin sangat panas,

sebagai firman Allah:
سرابيلهم من قطران وتغشى وجوههم النار
Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.
(QS. Ibrahim [14]:50)

KE·DUA
Dituangkan ke atas kepala mereka air yang mendidih yang sangat panas.

Hadis Nabi Muhammad saw. menjelaskan pula hal ini.
عن أبي هريرة أنه تلا هذه الآية فقال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول أن الحميم ليصب على رءوسهم فينفذ من الجمجمة حتى يخلص إلى جوفه فيسلت ما في جوفه حتى يبلغ قدميه وهو الصهر ثم يعاد كما كان
Dari Abu Hurairah, sesugguhnya dia membaca ayat ini, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, "Sesungguhnya air panas mendidih dituangkan ke atas kepala mereka (orang-orang kafir), lalu air panas itu menembus tenggorokannya sampai ke rongga perutnya, maka dihancurkannya apa yang berada dalam rongga perut itu, hingga sampailah air panas itu ke tumitnya yang dalam keadaan cair, kemudian (tubuh orang itu) kembali seperti semula.
(HR. Tirmizi)

KE·TIGA
Mereka dicambuk dengan cemeti-cemeti yang terbuat dari besi, hingga mengenai muka, kepala dan seluruh tubuhnya.

KE·EMPAT
Setiap mereka mencoba-coba lari ke luar dari neraka, mereka dihalau dan dicambuk dengan cemeti itu, seraya dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah olehmu azab yang sangat ini, sebagai balasan bagi keingkaran dan kedurhakaan.

Inilah gambaran azab ukhrawi yang diterangkan Allah SWT. kepada manusia, sesuai dengan gambaran manusia di dunia terhadap azab atau siksaan yang ditakutinya, serta berat dan pedih dirasakannya Dengan keterangan itu manusia dapat membayangkan bagaimana hebat dan pedihnya azab yang diterima orang-orang kafir di hari kiamat nanti, sehingga gambaran itu merupakan khabar yang menakutkan baginya. Hal ini adalah sebagai salah satu cara Alquran meyakinkan manusia dan menyadarkannya dari keingkaran dan kedurhakaan yang telah diperbuatnya Bagaimana hakikat yang sebenarnya dari azab ukhrawi itu, adalah termasuk pengetahuan yang gaib, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui, mungkin sesuai dengan yang dilukiskan itu yang berupa azab jasmani atau mungkin pula berupa azab jasmani dan azab rohani.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dihancur leburkan) diluluhkan (dengan air itu apa yang ada dalam perut mereka) yakni lemak dan lain-lainnya (dan) terpangganglah disebabkan panasnya air itu (kulit) mereka.

««•»»
whereby will be melted that which is in their bellies, of fats and otherwise, and, whereby will be grilled, their skins.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ali yang telah menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang kami alami, yaitu sewaktu kami melakukan duel dalam perang Badar; ayat tersebut adalah firman-Nya, "Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan Kafir) yang bersengketa; mereka saling bersengketa mengenai Rabb mereka..."
(QS. Al Haji [22]:19)
sampai dengan firman-Nya,
"Rasailah azab yang membakar ini"
(QS. Al Haji [22]:22).

Imam Hakim juga mengetengahkan hadis yang sama, hanya ia melaini jalur, sanad yang lain tetapi sumbernya sama yaitu dari sahabat Ali r.a. Sahabat Ali ibnu Abu Thalib menceritakan, bahwa ayat tadi diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang perang tanding dalam perang Badar; mereka adalah sahabat Hamzah, sahabat Ali, sahabat Ubaidah ibnul Harits di satu pihak, dan Utbah ibnu Rabiah, Syaibah ibnu Rabiah dan Walid ibnu Utbah di pihak lain.

Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Aufiy yang ia terima dari sahabat Ibnu Abbas r.a, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang ahli kitab; mereka berkata kepada orang-orang Mukmin, "Kami lebih utama terhadap Allah daripada kalian; dan kitab kami lebih dahulu daripada kitab kalian, serta Nabi kami lebih dahulu daripada Nabi kalian". Maka orang-orang Mukmin menjawab, "Kami lebih berhak kepada Allah; kami beriman kepada Muhammad dan Nabi kalian, serta kepada kitab-kitab lain yang telah diturunkan oleh Allah". Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melaini Qatadah, yang isi hadisnya sama dengan hadis di atas.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:20