
««•»»
Surah Al Hajj 19
هٰذانِ خَصمانِ اختَصَموا في رَبِّهِم ۖ فَالَّذينَ كَفَروا قُطِّعَت لَهُم ثِيابٌ مِن نارٍ يُصَبُّ مِن فَوقِ رُءوسِهِمُ الحَميمُ
««•»»
haadzaani khashmaani ikhtashamuu fii rabbihim faalladziina kafaruu quththhi'at lahum tsiyaabun min naarin yushabbu min fawqi ruuusihimu alhamiimu
««•»»
Inilah dua golongan (golongan mu'min dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.
««•»»
These two contenders contend concerning their Lord. As for those who are faithless, cloaks of fire will be cut out for them, and boiling water will be poured over their heads,
««•»»
Ayat
ini menerangkan bahwa yang enam tersebut pada ayat di atas dapat dibagi
kepada dua golongan saja, yaitu golongan kafir dan golongan mukmin.
Yang termasuk gologan kafir ialah orang-orang Yahudi, orang-orang
Sabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang yang
mempersekutukan Allah. Kelima golongan ini mempunyai asas-asas
kepercayaan yang berbeda, golongan yang satu tidak mengakui bahkan
mengingkari pokok-pokok kepercayaan golongan yang lain, sehingga antara
mereka terjadi pertikaian pikiran dan pendapat yang kadang-kadang
meningkat menjadi permusuhan. Golongan kedua ialah golongan mukmin yaitu
golongan yang taat kepada Allah. Antara golongan pertama dan golongan
kedua sering terjadi perdebatan dan permusuhan,
sebagaimana yang dilukiskan hadis Nabi Muhammad saw. juga merupakan sebab turunnya ayat ini:
اخرج
ابن جرير وابن مردويه عن ابن عباس أنه قال: تخاصم المؤمنون واليهود فقالت
اليهود: نحن أولى بالله تعالى وأقدم منكم كتابا ونبينا قبل نبيكم وقال
المؤمنون نحن أحق بالله تعالى: آمنا بمحمد صلى الله عليه وسلم وآمنا بنبيكم
بما انزل الله تعالى من كتاب وأنتم تعرفون كتابنا ونبينا ثم تركتموه
وكفرتم به حسدا, فنزلت الآية.
Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dan
Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, "Telah
berbantahan orang-orang mukmin dengan orang-orang Yahudi, maka berkata
orang-orang Yahudi, "Kami lebih utama di sisi Allah Taala, Kitab kami
lebih dahulu diturunkan dari pada kitabmu, Nabi kami lebih dahulu
diturunkan dari pada Nabimu". Berkata orang-orang mukmin, "Kami lebih
berhak dengan Allah Taala, kami beriman kepada Muhammad saw, beriman
kepada Nabimu, beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan Allah,
sedang kamu mengenal kitab kami dan Nabi kami, kemudian kamu
meninggalkannya dan kafir kepadanya karena dengki". Maka turunlah ayat
ini.
(HR. Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas)
Hadis yang lain menerangkan
ويروي
جماعة من الصحابة والتابعين وهم أعرف من غيرهم أسباب النزول أن المراد
بالخصمين هنا هم الذين برزوا يوم بدر فمن المؤمنين حمزة وعلي وعبيدة ومن
الكافرين عتبة وشيبة أبناء ربيعة والوليد بن عتبة.
Jemaah
sahabat dan tabiin meriwayatkan sebab turunnya ayat ini. Dan mereka
lebih mengetahui dari yang lain. Yang dimaksud dua golongan yang
bermusuhan dalam ayat ini, ialah dua golongan yang terlibat dalam perang
Badar dan golongan mukmin ialah Hamzah, Ali dan Ubaidah dan dari
golongan kafir, yaitu `Utbah dan Sayibah keduanya putra Rabi'ah dan
Walid bin Utbah.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menurut riwayat
Bukhari dan imam-imam hadis yang lain dari Ali, ia berkata "Ayat ini
diturunkan berhubungan dengan kami dan kamilah orang yang mula-mula
diperiksa yang berhubungan dengan permusuhan di hadapan Allah pada hari
kiamat.
Melihat kepada riwayat hadis Ali maka yang diriwayatkan
Bukharilah yang kuat, yang menerangkan bahwa golongan yang bertentangan
itu ialah golongan-golongan yang berperang pada perang Badar. Namun
demikian ayat inipun mencakup semua pertentangan dan permusuhan antara
orang-orang mukmin dan orang-orang kafir sejak masa Ali dan
sahabat-sahabatnya itu sampai kepada pertentangan-pertentangan antara
orang-orang mukmin dan orang-orang kafir masa kini. Semua pertentangan
dan permusuhan itu akan diadili Allah pada hari kiamat. Dan kepada
mereka akan diberi keputusan yang seadil-adilnya akan diberi hukuman dan
ganjaran yang tepat pula.
Dalam ayat ini dan ayat berikutnya
akan digambarkan bentuk-bentuk hukuman dan azab yang akan diterima oleh
orang-orang kafir serta bentuk-bentuk nikmat yang akan diterima oleh
orang-orang mukmin kelak.
Azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir diterangkan Allah sebagai berikut:
PERTAMA
Orang-orang
kafir itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang panas menyala-nyala,
sehingga api itu meliputi seluruh badan mereka, seperti pakaian yang
membungkus dan meliputi seluruh badan orang yang memakainya. Pada ayat
lain diterangkan pula keadaan orang-orang kafir di dalam neraka; mereka
diliputi api neraka sampai meliputi seluruh badan mereka.
Allah berfirman:
لهم من جهنم مهاد ومن فوقهم غواش وكذلك نجزي الظالمين
Mereka
mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut
(api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang
zalim.
(QS. Al A'raaf [7]:41)
Sebagian ulama berpendapat bahwa pakaian yang menutupi seluruh badan mereka itu, terbuat dari pelangkin sangat panas,
sebagai firman Allah:
سرابيلهم من قطران وتغشى وجوههم النار
Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.
(QS. Ibrahim [14]:50)
KE·DUA
Dituangkan ke atas kepala mereka air yang mendidih yang sangat panas.
Hadis Nabi Muhammad saw. menjelaskan pula hal ini.
عن
أبي هريرة أنه تلا هذه الآية فقال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول
أن الحميم ليصب على رءوسهم فينفذ من الجمجمة حتى يخلص إلى جوفه فيسلت ما
في جوفه حتى يبلغ قدميه وهو الصهر ثم يعاد كما كان
Dari
Abu Hurairah, sesugguhnya dia membaca ayat ini, ia berkata, "Aku
mendengar Rasulullah saw, bersabda, "Sesungguhnya air panas mendidih
dituangkan ke atas kepala mereka (orang-orang kafir), lalu air panas itu
menembus tenggorokannya sampai ke rongga perutnya, maka dihancurkannya
apa yang berada dalam rongga perut itu, hingga sampailah air panas itu
ke tumitnya yang dalam keadaan cair, kemudian (tubuh orang itu) kembali
seperti semula.
(HR. Tirmizi)
KE·TIGA
Mereka dicambuk dengan cemeti-cemeti yang terbuat dari besi, hingga mengenai muka, kepala dan seluruh tubuhnya.
KE·EMPAT
Setiap
mereka mencoba-coba lari ke luar dari neraka, mereka dihalau dan
dicambuk dengan cemeti itu, seraya dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah
olehmu azab yang sangat ini, sebagai balasan bagi keingkaran dan
kedurhakaan.
Inilah gambaran azab ukhrawi yang diterangkan Allah
SWT. kepada manusia, sesuai dengan gambaran manusia di dunia terhadap
azab atau siksaan yang ditakutinya, serta berat dan pedih dirasakannya
Dengan keterangan itu manusia dapat membayangkan bagaimana hebat dan
pedihnya azab yang diterima orang-orang kafir di hari kiamat nanti,
sehingga gambaran itu merupakan khabar yang menakutkan baginya. Hal ini
adalah sebagai salah satu cara Alquran meyakinkan manusia dan
menyadarkannya dari keingkaran dan kedurhakaan yang telah diperbuatnya
Bagaimana hakikat yang sebenarnya dari azab ukhrawi itu, adalah termasuk
pengetahuan yang gaib, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui,
mungkin sesuai dengan yang dilukiskan itu yang berupa azab jasmani atau
mungkin pula berupa azab jasmani dan azab rohani.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Inilah
dua golongan yang bertengkar) yaitu golongan orang-orang Mukmin di satu
pihak dan di pihak lain lima golongan orang-orang kafir yang disebutkan
dalam ayat 17=Lafal Khashmun ini dapat diartikan untuk tunggal dan
jamak (mereka saling bertengkar mengenai Rabb mereka) dalam urusan agama
mereka. (Maka orang-orang kafir akan dibuatkan untuk mereka
pakaian-pakaian dari api neraka) yang kemudian mereka pakai, maksudnya
mereka diliputi oleh api neraka. (Disiramkan air yang sedang mendidih ke
atas kepala mereka) yaitu air yang sangat panas.
««•»»
These twain are two contenders, that is, the believers constitute one contending party, and the five [categories of] disbelievers constitute the other contending party (the term [khasm, ‘contender’] may be used to refer to one or many) who contend concerning their Lord, that is to say, concerning His religion. As for those who disbelieve, garments of fire will be cut out for them, [garments] which they will wear — meaning that the Fire will encompass them — and boiling water will be poured over their heads, [hamīm is] water that has reached an extreme temperature,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam
Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ali yang telah
menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang
kami alami, yaitu sewaktu kami melakukan duel dalam perang Badar; ayat
tersebut adalah firman-Nya, "Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan
golongan Kafir) yang bersengketa; mereka saling bersengketa mengenai
Rabb mereka..."
(QS. Al Haji [22]:19)
sampai dengan firman-Nya,
"Rasailah azab yang membakar ini"
(QS. Al Haji [22]:22).
Imam
Hakim juga mengetengahkan hadis yang sama, hanya ia melaini jalur,
sanad yang lain tetapi sumbernya sama yaitu dari sahabat Ali r.a.
Sahabat Ali ibnu Abu Thalib menceritakan, bahwa ayat tadi diturunkan
berkenaan dengan orang-orang yang perang tanding dalam perang Badar;
mereka adalah sahabat Hamzah, sahabat Ali, sahabat Ubaidah ibnul Harits
di satu pihak, dan Utbah ibnu Rabiah, Syaibah ibnu Rabiah dan Walid ibnu
Utbah di pihak lain.
Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis
melalui Aufiy yang ia terima dari sahabat Ibnu Abbas r.a, bahwasanya
ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang ahli kitab; mereka
berkata kepada orang-orang Mukmin, "Kami lebih utama terhadap Allah
daripada kalian; dan kitab kami lebih dahulu daripada kitab kalian,
serta Nabi kami lebih dahulu daripada Nabi kalian". Maka orang-orang
Mukmin menjawab, "Kami lebih berhak kepada Allah; kami beriman kepada
Muhammad dan Nabi kalian, serta kepada kitab-kitab lain yang telah
diturunkan oleh Allah". Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis
melaini Qatadah, yang isi hadisnya sama dengan hadis di atas.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»