Jumat, 27 Maret 2015

[022] Al Hajj Ayat 012

««•»»
Surah Al Hajj 12

يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُ وَمَا لَا يَنْفَعُهُ ذَلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ
««•»»
yad'uu min duuni allaahi maa laa yadhurruhu wamaa laa yanfa'uhu dzaalika huwa aldhdhalaalu alba'iidu
««•»»
Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak (pula) memberi manfa'at kepadanya. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
««•»»
He invokes besides Allah that which can bring him neither benefit nor harm. That is extreme error.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT. menjelaskan bentuk kerugian yang besar yang akan mereka alami itu, yaitu mereka menyembah tuhan-tuhan selain Allah atau mereka mengakui adanya kekuatan gaib selain Allah lalu mereka sembah, atau mereka menganggap bahwa sesuatu makhluk dapat dijadikan perantara untuk menyampaikan sesuatu permohonan atau doa kepada Allah, padahal kalau tidak mereka lakukan yang demikian itu, tidak akan menimbulkan mudarat atau manfaat bagi mereka, baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Perbuatan yang demikian itu adalah perbuatan yang mengakibatkan kesesatan yang amat jauh bagi diri mereka, mereka telah jauh penyimpangan dari kebenaran.

Keadaan mereka seperti seorang yang telah jauh tersesat dari jalan yang harus dia tempuh di tengah padang pasir, akan kembali ke jalan yang sebenarnya adalah amat jauh dan memayahkan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Ia menyeru) menyembah (selain Allah) yakni berhala-berhala (sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepada dirinya) jika ia tidak menyembahnya (dan pula tidak dapat memberi manfaat kepada dirinya) jika ia menyembahnya. (Yang demikian itu) penyembahan itu (adalah kesesatan yang jauh) sekali dari kebenaran.
««•»»
He calls on, he worships, besides God, in the way of idols, that which could not hurt him, should he refrain from worshipping it, and that which could not profit him, if were to worship it. Such, a call, is extreme error, from the truth.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:12

[022] Al Hajj Ayat 011

««•»»
Surah Al Hajj 11

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
««•»»
wamina alnnaasi man ya'budu allaaha 'alaa harfin fa-in ashaabahu khayrun ithma-anna bihi wa-in ashaabat-hu fitnatun inqalaba 'alaa wajhihi khasira alddunyaa waal-aakhirata dzaalika huwa alkhusraanu almubiinu
««•»»
an di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi {981}; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang {982}. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
{981} Maksudnya: tidak dengan penuh keyakinan.
{982} Maksudnya: kembali kafir lagi.
««•»»
And among the people are those who worship Allah on the [very] fringe: if good fortune befalls him, he is content with it; but if an ordeal visits him he makes a turnabout, to become a loser in the world and the Hereafter. That is the manifest loss.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa ada pula sebagian manusia yang menyatakan beriman dan menyembah Allah dalam keadaan bimbang dan ragu-ragu; mereka berada dalam kekhawatiran dan kecemasan; apakah agama Islam yang telah mereka anut itu benar-benar dapat memberikan kebahagiaan kepada mereka dunia akhirat. Mereka seperti keadaan orang yang ikut pergi perang, sedang hati mereka ragu-ragu untuk ikut itu. Jika nampak bagi mereka tanda-tanda tanda pasukan mereka akan memperoleh kemenangan dan akan memperoleh harta rampasan yang banyak, maka mereka melakukan tugas dengan bersungguh-sungguh, seperti orang-orang yang benar-benar beriman. Sebaliknya jika nampak bagi mereka tanda-tanda bahwa pasukannya akan menderita kekalahan dan musuh akan menang, mereka cepat-cepat menghindarkan diri, bahkan kalau ada kesempatan mereka berusaha untuk menggabungkan diri dengan pihak musuh.

Keadaan mereka itu dilukiskan Allah dalam ayat ini: Jika mereka memperoleh kebahagiaan hidup, rezeki yang banyak, kekuasaan atau kedudukan, gembiralah hati mereka memeluk agama Islam, mereka beribadat se khusyuk-khusyuknya, mengerjakan perbuatan baik dan sebagainya Tetapi jika mereka memperoleh kesengsaraan, kesusahan hidup, cobaan atau musibah, mereka menyatakan bahwa semuanya itu mereka alami adalah karena mereka menganut agama Islam. Mereka masuk Islam bukanlah karena keyakinan bahwa agama Islam itulah satu-satunya agama yang benar, agama yang diridai Allah, tetapi mereka masuk Islam dengan maksud mencari kebahagiaan duniawi, mencari harta yang banyak, mencari pangkat dan kedudukan atau untuk memperoleh kekuasaan yang besar. Karena itulah mereka kembali menjadi kafir, jika tujuan yang mereka inginkan itu tidak tercapai.

Pada ayat-ayat yang lain Allah SWT. menerangkan perilaku mereka:
الذين يتربصون بكم فإن كان لكم فتح من الله قالوا ألم نكن معكم وإن كان للكافرين نصيب قالوا ألم نستحوذ عليكم ونمنعكم من المؤمنين فالله يحكم بينكم يوم القيامة ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا
(Yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang yang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?". Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu dan membela kamu dari orang-orang mukmin?". Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.
(Q.S. An Nisa [4]:141)

Tujuan mereka melakukan tindakan-tindakan yang demikian itu dijelaskan Allah dengan ayat berikut:

إن المنافقين يخادعون الله وهو خادعهم وإذا قاموا إلى الصلاة قاموا كسالى يراءون الناس ولا يذكرون الله إلا قليلا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
(Q.S. An Nisa [4]:142)

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Ibnu Abbas; bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan peristiwa seorang laki-laki yang datang ke Madinah dan memeluk agama Islam. Maka jika istrinya melahirkan seorang anak laki-laki dan kudanya berkembang biak, ia berkata: "Agama Islam yang kupeluk ini adalah agama yang baik". Tetapi jika istrinya melahirkan anak perempuan dan kudanya tidak berkembang biak, maka ia mengatakan: Agama Islam yang saya peluk ini adalah agama yang jelek".

Menurut Abdurrahman bin Zaid bin Aslam: ayat ini diturunkan berhubungan dengan tindak tanduk orang-orang munafik. Jika kehidupan duniawi mereka baik, mereka beribadat, sebaliknya jika kehidupan duniawi mereka tidak baik mereka tidak beribadat, bahkan mereka menyebarkan fitnah dan kembali menjadi kafir. Sedang menurut Abu Said Al Khudri Ayat ini diturunkan berhubungan dengan seorang laki-laki Yahudi yang telah masuk Islam. Kemudian matanya buta, harta bendanya habis dan anaknya mati. Ia mengira bahwa agama Islamlah yang membawa kesialan itu, lalu ia menghadap Nabi Muhammad saw. dan berkata "Agama Islam telah membawa kesialan padaku". Nabi menjawab: "Agama Islam tidak membawa sial". Ia berkata: "Sesungguhnya agama Islam yang aku anut ini belum pernah membawa kebaikan kepadaku, ia telah menghilangkan penglihatanku, hartaku, dan anakku". Berkata Rasulullah saw.: "Hai Yahudi, sesungguhnya agama Islam itu telah melebur seseorang, seperti api melebur kotoran besi, perak atau emas". Maka turunlah ayat ini.

Sekalipun ada beberapa riwayat yang menerangkan sebab-sebab turunnya ayat ini, namun ketiga-tiga riwayat itu berhubungan dengan orang-orang yang masuk Islam, sedang imannya belum kuat, hatinya masih ragu-ragu. Karena itu ketiga-tiga asbabun nuzul ini tidak bertentangan maksudnya dan tidak merubah pengertian ayat.

Kemudian Allah SWT. menerangkan bahwa orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang telah menyia-nyiakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi dirinya sendiri baik di dunia, apalagi di akhirat nanti. Di dunia mereka mendapat bencana, kesengsaraan dan penderitaan lahir dan batin, dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh siksa yang amat berat dengan dimasukkan ke dalam api neraka. Dan karena ketidaksabaran dan tidak tabah itu mereka akan memperoleh kerugian yang besar dan menimbulkan penyesalan selama-lamanya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi) ia ragu di dalam ibadahnya itu. Keadaannya diserupakan dengan seseorang yang berada di tepi bukit, yakni ia tidak dapat berdiri dengan tetap dan mantap (maka jika ia memperoleh kebaikan) maksudnya kesehatan dan kesejahteraan pada diri dan harta bendanya (tetaplah ia dalam keadaan itu dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana) cobaan pada hartanya dan penyakit pada dirinya (berbaliklah ia ke belakang) ia kembali menjadi kafir. (Rugilah ia di dunia) disebabkan terlepasnya semua apa yang ia harapkan dari dunia (dan di akhirat) disebabkan kekafirannya itu. (Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata) jelas ruginya.
««•»»
And among mankind there are those who worship God on a knife-edge: that is, with uncertainty in his worship — such [a person] has been likened the [knife-] edge of a mountain in his precariousness — if good [fortune] befalls him, [so that he enjoys] health and security with respect to his own self and his property, he is reassured by it; but if an ordeal befalls him, a trial or ill-health with regard to himself or his property, he makes a turnabout, that is, he reverts to disbelief, losing both this world, when what he had hoped for in it has eluded him, and the Hereafter, by [his] disbelief. That is the manifest loss.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Bukhari dan Imam Muslim serta yang lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Abu Zar Al Ghiffari r.a. yang menceritakan, bahwa ayat ini,

yaitu firman-Nya,
"Inilah dua golongan (yakni golongan Mukmin dan golongan Kafir) yang bertengkar; mereka saling bertengkar mengenai Rabb mereka."
(Q.S. Al Hajj [22]:19)

berkenaan dengan sahabat Hamzah, sahabat 'Ubaidah, sahabat Ali ibnu Abu Thalib, dan Atabah, Syaibah, dan Walid ibnu Atabah. Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ali yang telah menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang kami alami, yaitu sewaktu kami melakukan duel dalam perang Badar;

ayat tersebut adalah firman-Nya,
"Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan Kafir) yang bersengketa; mereka saling bersengketa mengenai Rabb mereka..."
(Q.S. Al Hajj [22]:19)
sampai dengan firman-Nya,
"Rasailah azab yang membakar ini"
(Q.S. Al Hajj [22]:22)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:11

Jumat, 20 Maret 2015

[022] Al Hajj Ayat 010

««•»»
Surah Al Hajj 10

ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
««•»»
dzaalika bimaa qaddamat yadaaka wa-anna allaaha laysa bizhallaamin lil'abiidi
««•»»
(Akan dikatakan kepadanya): "Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya".
««•»»
‘That is because of what your hands have sent ahead,[1] and because Allah is not tyrannical to the servants.’
[1] Or ‘prepared,’ or ‘committed.’
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa azab yang diterima oleh orang-orang kafir itu adalah seimbang dengan perbuatan mungkar yang pernah mereka kerjakan di dunia dahulu,

sesuai dengan firman Allah SWT.:
ليجزي الذين أساءوا بما عملوا ويجزي الذين أحسنوا بالحسنى
Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan, dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
(QS. An Najm [53]:31)

Allah SWT. mengazab manusia yang. durhaka itu bukanlah karena Dia bermaksud untuk menganiaya hamba-Nya, tetapi semata-mata karena perbuatan hamba-hamba itu sendiri, dan hal itu adalah sesuai dengan "Sunnatullah". Menurut Sunah-Nya: Dia akan memberi pahala kepada orang-orang yang taat kepada-Nya dan mengazab orang-orang yang durhaka kepada-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

("Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tanganmu dahulu) yakni perbuatan kamu dahulu. Diungkapkan demikian mengingat, bahwa kebanyakan pekerjaan itu dilakukan oleh kedua tangan (dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya) suka menganiaya (hamba-hamba-Nya") dengan mengazab mereka tanpa dosa.
««•»»
‘That is [the chastisement] for what your hands have sent ahead, in other words, what you have offered [in the way of deeds] — He refers to him with reference to the two [hands] as opposed to other [parts], because most actions are effected through them — and because God is not unjust to His servants’, chastising them without [their having committed] any sin.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:10

[022] Al Hajj Ayat 009

««•»»
Surah Al Hajj 9

ثانِيَ عِطفِهِ لِيُضِلَّ عَن سَبيلِ اللَّهِ ۖ لَهُ فِي الدُّنيا خِزيٌ ۖ وَنُذيقُهُ يَومَ القِيامَةِ عَذابَ الحَريقِ
««•»»
tsaaniya 'ithfihi liyudhilla 'an sabiili allaahi lahu fii alddunyaa khizyun wanudziiquhu yawma alqiyaamati 'adzaaba alhariiqi
««•»»
Dengan memalingkan lambungnya {980} untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ia mendapat kehinaan di dunia dan dihari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar.
{980} Maksudnya: menyombongkan diri.
««•»»
Among the people are those who dispute concerning Allah without any knowledge or guidance, or an enlightening Book,
««•»»

Sama dengan ayat 8, ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia itu ada yang benar-benar bertindak dan berbuat melampaui batas, ada yang membantah serta mengingkari Allah dan sifat-Nya, tanpa dasar ilmu pengetahuan dun akal pikiran yang sehat tanpa bukti-bukti yang kuat, tanpa petunjuk atas dalil-dalil yang mengarah kepada keyakinan yang benar, tanpa hujah atau kitab yang diturunkan Allah. Sikap mereka yang demikian itu semata-mata karena kesombongan, keingkaran dan kejahilan belaka, karena mereka telah buta hati dan pikiran, sebagaimana firman Allan SWT.:

فإنها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور
Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada.
(QS. Al Hajj [22]:46)

Orang yang demikian itu, jika diberi peringatan mereka tidak akan menerimanya, bahkan mereka bertambah ingkar dan sombong.

Allah SWT. berfirman:
وإذا تتلى عليه آياتنا ولى مستكبرا كأن لم يسمعها كأن في أذنيه وقرا فبشره بعذاب أليم
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri, seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya, maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
(QS. Lukman [31]:7)

Menurut sebagian ahli tafsir bahwa ayat ini diturunkan sebagai penegasan dan peringatan keras dari Allah SWT. kepada orang-orang yang mengingkari dan membantah-Nya, sebagai yang disebutkan pada ayat-ayat yang lalu. Pada ayat 3 dan 4 surat ini dinyatakan bahwa pemuka-pemuka orang-orang musyrik Mekah, terutama Nadar bin Haris, telah membantah dan mengingkari Allah, tanpa ilmu pengetahuan, serta mereka mengikuti godaan setan yang jahat. Pada ayat ini ditegaskan bahwa Nadar bin Haris dan kawan-kawannya serta orang-orang yang melakukan tindakan seperti mereka itu, benar-benar membantah dan mengingkari Allah. Seakan-akan ayat ini memberi peringatan dan ancaman yang keras kepada mereka, bahwa tindakan-tindakan mereka itu akan menimbulkan akibat yang sangat buruk bagi diri mereka sendiri.

Dari ayat-ayat ini dan ayat-ayat sebelumnya dapat dipahami bahwa ada dua hal pokok yang di ingkari oleh orang-orang musyrik Mekah itu. Pada ayat yang sebelumnya disebutkan bahwa mereka mengingkari dan membantah tentang adanya hari kiamat dan hari berbangkit, sedang pada ayat-ayat ini mereka membantah dan mengingkari tentang adanya Allah SWT. dan segala sifat-sifat keagungan dan kebesaran-Nya. Kedua hal ini termasuk rukun iman yang merupakan pokok-pokok yang wajib dipercayai dan diyakini. Karena itu, tindakan mereka tidak saja menimbulkan kerugian bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menyesatkan manusia yang lain dari jalan Allah, karena perbuatan mereka itu langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi manusia yang lain.

Mereka itu di dunia akan memperoleh kehinaan, seperti kehinaan yang dialami Aba Lahab dan istrinya, dan di akhirat akan ditimpa azab neraka yang sangat panas yang menghanguskan tubuh mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dengan memalingkan lambungnya) Lafal ayat ini berkedudukan menjadi Hal atau keterangan keadaan, maksudnya orang yang membantah itu memalingkan lehernya dengan penuh kesombongan karena tidak mau beriman. Pengertian berpaling di sini adalah baik ke kanan maupun ke kiri sama saja (untuk menyesatkan) dapat dibaca Liyadhilla dan Liyudhilla, untuk menyesatkan manusia (dari jalan Allah) yakni dari agama-Nya. (Ia mendapat kehinaan di dunia) azab di dunia, akhirnya ia terbunuh dalam perang Badar (dan di hari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar) ia akan dibakar oleh api neraka, lalu dikatakan kepadanya,
««•»»
turning aside (thāniya ‘itfihi, a circumstantial qualifier, meaning ‘turning his neck aside in disdain of belief; al-ītf means ‘a side’, and can be either the left or the right) to go astray (read li-yadilla; or li-yudilla, ‘to lead [others] astray’) from the way of God, that is, [from] His religion. For him there will be ignominy, chastisement, in this world — thus he [Abū Jahl] was slain on the day of Badr — and on the Day of Resurrection We shall make him taste the chastisement of the burning, that is, [the chastisement of] being burnt in the Fire, and it shall be said to him:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:9

Selasa, 03 Maret 2015

[022] Al Hajj Ayat 008

««•»»
Surah Al Hajj 8

وَمِنَ النّاسِ مَن يُجادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيرِ عِلمٍ وَلا هُدًى وَلا كِتابٍ مُنيرٍ
««•»»
wamina alnnaasi man yujaadilu fii allaahi bighayri 'ilmin walaa hudan walaa kitaabin muniirin
««•»»
Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya {979},
{979} Maksud yang bercahaya Ialah: yang menjelaskan antara yang hak dan yang batil.
««•»»
Among the people are those who dispute concerning Allah without any knowledge or guidance, or an enlightening Book,
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia itu ada yang benar-benar bertindak dan berbuat melampaui batas, ada yang membantah serta mengingkari Allah dan sifat-Nya, tanpa dasar ilmu pengetahuan dun akal pikiran yang sehat tanpa bukti-bukti yang kuat, tanpa petunjuk atas dalil-dalil yang mengarah kepada keyakinan yang benar, tanpa hujah atau kitab yang diturunkan Allah. Sikap mereka yang demikian itu semata-mata karena kesombongan, keingkaran dan kejahilan belaka, karena mereka telah buta hati dan pikiran, sebagaimana firman Allan SWT.:

فإنها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور
Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada.
(QS. Al Hajj [22]:46)

Orang yang demikian itu, jika diberi peringatan mereka tidak akan menerimanya, bahkan mereka bertambah ingkar dan sombong.

Allah SWT. berfirman:
وإذا تتلى عليه آياتنا ولى مستكبرا كأن لم يسمعها كأن في أذنيه وقرا فبشره بعذاب أليم
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri, seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya, maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
(QS. Lukman [31]:7)

Menurut sebagian ahli tafsir bahwa ayat ini diturunkan sebagai penegasan dan peringatan keras dari Allah SWT. kepada orang-orang yang mengingkari dan membantah-Nya, sebagai yang disebutkan pada ayat-ayat yang lalu. Pada ayat 3 dan 4 surat ini dinyatakan bahwa pemuka-pemuka orang-orang musyrik Mekah, terutama Nadar bin Haris, telah membantah dan mengingkari Allah, tanpa ilmu pengetahuan, serta mereka mengikuti godaan setan yang jahat. Pada ayat ini ditegaskan bahwa Nadar bin Haris dan kawan-kawannya serta orang-orang yang melakukan tindakan seperti mereka itu, benar-benar membantah dan mengingkari Allah. Seakan-akan ayat ini memberi peringatan dan ancaman yang keras kepada mereka, bahwa tindakan-tindakan mereka itu akan menimbulkan akibat yang sangat buruk bagi diri mereka sendiri.

Dari ayat-ayat ini dan ayat-ayat sebelumnya dapat dipahami bahwa ada dua hal pokok yang di ingkari oleh orang-orang musyrik Mekah itu. Pada ayat yang sebelumnya disebutkan bahwa mereka mengingkari dan membantah tentang adanya hari kiamat dan hari berbangkit, sedang pada ayat-ayat ini mereka membantah dan mengingkari tentang adanya Allah SWT. dan segala sifat-sifat keagungan dan kebesaran-Nya. Kedua hal ini termasuk rukun iman yang merupakan pokok-pokok yang wajib dipercayai dan diyakini. Karena itu, tindakan mereka tidak saja menimbulkan kerugian bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menyesatkan manusia yang lain dari jalan Allah, karena perbuatan mereka itu langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi manusia yang lain.

Mereka itu di dunia akan memperoleh kehinaan, seperti kehinaan yang dialami Aba Lahab dan istrinya, dan di akhirat akan ditimpa azab neraka yang sangat panas yang menghanguskan tubuh mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan Abu Jahal, yaitu: (Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan tanpa petunjuk) yang menjadi pegangannya (dan tanpa kitab yang bercahaya) kitab yang menjadi pegangannya dan yang dapat menunjukinya.
««•»»
The following was revealed regarding Abū Jahl: And among mankind there are some who dispute about God without [any] knowledge or guidance, [being] with him, or an enlightening Scripture, one containing light, [being] with him,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:8

[022] Al Hajj Ayat 007

««•»»
Surah Al Hajj 7

وَأَنَّ السّاعَةَ آتِيَةٌ لا رَيبَ فيها وَأَنَّ اللَّهَ يَبعَثُ مَن فِي القُبورِ
««•»»
wa-anna alssaa'ata aatiyatun laa rayba fiihaa wa-anna allaaha yab'atsu man fii alqubuuri
««•»»
Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.
««•»»
and the Hour is bound to come, there is no doubt in it, and Allah will resurrect those who are in the graves.
««•»»

Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala mengemukakan bukti-bukti berbangkit pada ayat-ayat yang terdahulu, maka pada ayat-ayat ini Allah menegaskan lima perkara:
  1. Tuhan yang diterangkan pada ayat-ayat di atas adalah Tuhan yang sebenarnya, Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang menentukan segala sesuatu. Tidak ada seorangpun yang sanggup menciptakan manusia dengan proses yang demikian itu, yaitu menciptakan manusia dari tanah, kemudian menciptakan manusia dari setetes mani, makhluk yang mati, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging dalam rahim wanita kemudian lahir ke dunia, semakin lama bertambah besar, menjadi dewasa, berketurunan, bertambah tua, akhirnya meninggal dunia menjadi makhluk yang mati kembali. Siapakah yang sanggup merubah tanah yang mati dan tandus menjadi tanah yang subur serta ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam. Siapakah yang membuat ketentuan dan aturan-aturan yang demikian rapi dan teliti itu, sehingga dengan ketentuan-ketentuan dan aturan-aturan itu seluruh alam yang luas ini dapat diatur, selain dari pada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang wajib disembah?
  2. Dialah yang menghidupkan yang mati. Menghidupkan yang mati berarti memberi nyawa dan kehidupan kepada yang mati itu, di samping memberi kelengkapan untuk kelangsungan hidup makhluk itu, baik kelangsungan hidup makhluk itu sendiri ataupun kelangsungan hidup jenisnya. Kemudian Dia mematikan kembali. Zat yang dapat menghidupkan yang mati, kemudian mematikannya, tentu zat itu sanggup pula menghidupkannya kembali pada hari berbangkit. Menghidupkan sesuatu makhluk kembali itu adalah lebih mudah dari menciptakannya pada kali yang pertama.
  3. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya; tidak ada sesuatupun yang dapat merubah dan menghalangi kehendak-Nya itu.
  4. Agar orang-orang yang ingkar itu mengetahui bahwa hari kiamat yang dijanjikan itu pasti datang; tidak ada keraguan sedikitpun.
  5. Agar mereka dapat meyakini bahwa hari berbangkit dari kubur, setelah hari kiamat itu pasti pula terjadi.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan) tidak diragukan lagi (padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur).

««•»»
and because the Hour will come, whereof there is no doubt, uncertainty; and because God will resurrect those who are in the graves.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:7

[022] Al Hajj Ayat 006

««•»»
Surah Al Hajj 6

ذٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الحَقُّ وَأَنَّهُ يُحيِي المَوتىٰ وَأَنَّهُ عَلىٰ كُلِّ شَيءٍ قَديرٌ
««•»»
dzaalika bi-anna allaaha huwa alhaqqu wa-annahu yuhyii almawtaa wa-annahu 'alaa kulli syay-in qadiirun
««•»»
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq {978} dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,
{978} Maksudnya: Allah-lah Tuhan yang sebenarnya, yang wajib disembah, yang berkuasa dan sebagainya.
««•»»
That is because Allah is the Reality and it is He who revives the dead, and He has power over all things,
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang demikian itu) yakni hal-hal yang telah disebutkan itu mulai dari permulaan kejadian manusia hingga dihidupkannya bumi menjadi subur (karena sesungguhnya) disebabkan bahwa (Allah Dialah yang hak) Yang Tetap dan Abadi (dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).
««•»»
That, which is mentioned, from the commencement of man’s creation to the end of [the description of] the earth being revived, is because God, He is the Truth, the Constant, the Permanent, and because He revives the dead and has power over all things;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:6