Jumat, 08 Mei 2015

[022] Al Hajj Ayat 018

««•»»
Surah Al Hajj 18

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
««•»»
alam tara anna allaaha yasjudu lahu man fii alssamaawaati waman fii al-ardhi waalsysyamsu waalqamaru waalnnujuumu waaljibaalu waalsysyajaru waalddawaabbu wakatsiirun mina alnnaasi wakatsiirun haqqa 'alayhi al'adzaabu waman yuhini allaahu famaa lahu min mukrimin inna allaaha yaf'alu maa yasyaa/u
««•»»
Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
««•»»
Have you not regarded that to Allah prostrates whoever is in the heavens and whoever is on the earth, and the sun, the moon, and the stars, the mountains, the trees, and the animals and many of mankind? And for many the punishment has become due. Whomever Allah humiliates will find no one who may bring him honour. Indeed Allah does whatever He wishes.
««•»»

Sujud dalam ayat ini dapat berarti mengikuti kehendak dan mengikuti hukum-hukum yang telah digariskan dan ditetapkan. Dapat pula berarti: menghambakan diri, beribadat dan mengerti segala yang diperintahkan dan menghentikan semua yang dilarang. Sujud bila dihubungkan dengan makhluk Tuhan selain dari manusia, jin dan malaikat berarti tunduk mengikuti kehendak dan hukum-hukum Allah, baik pada permulaan adanya atau kelangsungan adanya maupun di waktu kemusnahannya, karena hanya Allahlah yang menjaga, memelihara, menguasai dan menyempurnakan wujudnya segala sesuatu. Sedang bagi manusia, jin dan malaikat, jika sujud dihubungkan dengan mereka, berarti mereka tunduk kepada kehendak dan hukum-hukum Allah, taat dan patuh melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya.

Pada ayat ini Allah SWT. menegaskan lagi kekuasaan-Nya terhadap semua makhluk, yaitu semua yang di langit, semua yang di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, tumbuh-tumbuhan dan semua binatang melata tunduk dan mengikuti aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Semua hidup, berkembang dan mati tunduk kepada hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah, mustahil sesuatu makhluk tidak tunduk kepada hukum dan ketentuan itu.

Allah SWT. menciptakan jagat raya ini dan mengaturnya dengan hukum dan ketentuannya. Seperti adanya garis edar pada tiap-tiap planet yang ada di ruang angkasa. Tiap-tiap planet wajib mengikuti garis edar yang telah ditentukan itu. Jika ia keluar dari garis edarnya itu maka ia akan berbenturan dengan planet-plant yang lain. Demikian pula tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang tumbuh manjadi besar dan berkembang mengikuti ketentuan-ketentuan Allah SWT.

Dalam tafsir Al Maragi disebutkan bahwa dalam ayat ini disebut matahari bulan, bintang-bintang dan sebagainya secara khusus untuk mengingatkan bahwa makhluk-makhluk itu termasuk makhluk yang disembah manusia selain Allah, seperti orang Himyar menyembah matahari, Bani Kinanah menyembah bulan, bintang Syi'ra di sembah oleh Bani Lakhm, bintang Surayya disembah oleh orang Tai, orang Mesir kuno menyembah patung anak sapi atau burung Ibis Seakan-akan ayat ini menegaskan bahwa semuanya itu tidak pantas disembah karena semuanya itu termasuk makhluk-makhluk Tuhan yang mengikuti kehendak dan hukum-hukum Allah. Hanya Allah saja yang berhak disembah.

Allah SWT. menerangkan bahwa banyak manusia yang beriman, taat dan patuh kepada Allah, karena merasakan kebesaran dan kekuasaan atas diri mereka. Karena itu mereka beribadat dengan sungguh-sungguh, melaksanakan semua perintah Allah dan menghentikan semua larangan-Nya. Mereka melakukan semua perbuatan yang menyebabkan Allah sayang kepadanya, sehingga Allah memberikan pahala dan memuliakannya. Ada pula manusia yang tidak beriman kepada Allah atau tidak mau merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah, ia ingkar dan durhaka kepada-Nya, ia melakukan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan Allah marah kepadanya, karena mereka sepantasnya mendapat kemurkaan dan azab dari Allah.

Barangsiapa yang mendapat kehinaan dan kemarahan Allah, tidak ada seorang pun yang dapat membela dan memuliakannya dan tidak seorangpun yang dapat melepaskannya dari azab Allah, karena segala kekuasaan berada di tangan Allah. Allah berbuat terhadap makhluk-Nya apa yang Dia kehendaki, yaitu memuliakan orang yang dikehendaki-Nya dan menghinakan orang yang dikehendaki-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apakah kamu tiada melihat) tiada mengetahui (bahwa kepada Allah bersujud makhluk yang ada di langit dan makhluk yang ada di bumi dan matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pohon-pohon dan hewan-hewan yang melata) semuanya tunduk dan patuh menuruti apa yang dikehendaki-Nya (dan sebagian besar daripada manusia?) adalah orang-orang Mukmin, yaitu dengan bertambah perasaan rendah diri dalam sujud salat mereka. (Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya) mereka adalah orang-orang kafir, karena mereka membangkang tidak mau bersujud, sedangkan sujud itu adalah pertanda iman. (Dan barang siapa yang dihinakan Allah) disengsarakan-Nya (maka tidak seorang pun yang memuliakannya) yang akan membahagiakannya. (Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki) seperti menghinakan dan memuliakan.
««•»»
Have you not seen, [have you not] realised, that to God prostrate whoever is in the heavens and whoever is in the earth, together with the sun and the moon, and the stars and the mountains, and the trees and the animals, that is, how they are submissive to Him in what He wills of them, as well as many of mankind?, namely, the believers, [who prostrate to Him] in addition to their submissiveness [to Him] when prostrating in prayer. And for many the chastisement has become due, and these are the disbelievers, for they refuse to prostrate, [an action] which is contingent on belief. And he whom God abases, [he whom] He makes unprosperous, there is none to give him honour, [none] to make him fortunate. Indeed God does whatever He will, in the way of abasing or giving honour.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:18

[022] Al Hajj Ayat 017

««•»»
Surah Al Hajj 17

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى وَالْمَجُوسَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا إِنَّ اللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
««•»»
inna alladziina aamanuu waalladziina haaduu waalshshaabi-iina waalnnashaaraa waalmajuusa waalladziina asyrakuu inna allaaha yafshilu baynahum yawma alqiyaamati inna allaaha 'alaa kulli syay-in syahiidun
««•»»
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin {984} orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.
{984} Syafa`at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa`at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa`at bagi orang-orang kafir.
««•»»
Indeed the faithful, the Jews, the Sabaeans, the Christians, the Magians and the polytheists —Allah will indeed judge between them on the Day of Resurrection. Indeed Allah is witness to all things.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. menerangkan bahwa semua orang yang beriman, semua orang Yahudi, semua orang-orang Sabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan musyrik, terhadap mereka Allah akan memberikan keputusan yang adil di hari kiamat.

Orang-orang yang beriman dalam ayat ini ialah orang-orang yang beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw., yaitu beriman kepada Allah SWT., malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul yang telah diutus-Nya, kepada hari kiamat dan kepada adanya kadar baik dan kadar buruk. Yang dimaksud dengan orang-orang Yahudi ialah anak cucu Nabi Yakub a.s. yang berkembang biak di Mesir kemudian dibawa kembali oleh Nabi Musa a.s. ke Palestina. Mereka adalah pengikut Nabi Musa a.s. dan ajaran-ajarannya termuat dalam kitab Taurat. Sabi'in ialah orang-orang yang mengakui ke-Esaan Allah tetapi mereka bukan mukmin, bukan Yahudi dan bukan pula Nasrani. Orang-orang Nasrani ialah pengikut-pengikut Nabi Isa a.s. dengan kitab suci mereka Injil. Terhadap semua golongan di atas Allah akan memberikan keputusan dengan adil di hari kiamat nanti, siapa yang benar-benar mengikuti Allah dan Rasul-rasulnya selama hidup di dunia, dan siapa pula yang mengada-ada sesuatu dalam agama Allah dan siapa pula yang mengingkari agama Allah itu.

Keadilan yang sebenarnya belum didapat lagi oleh manusia selama hidup di dunia yang fana ini. Betapa banyak orang yang dengan kehendak hatinya merubah-rubah agama Allah lalu dipaksakannya agama itu agar diikuti oleh orang-orang lain. Betapa banyaknya para penguasa yang berlaku sewenang-wenang, kepala negara atau raja yang zalim, para penindas dan para pemerkosa hak asasi manusia Sebaliknya betapa banyaknya orang-orang yang baik dan jujur dan pembela kemanusiaan yang hidup miskin lagi sengsara, bahkan mereka dimasukkan ke dalam penjara. Betapa banyaknya agama-agama yang menyimpang dari ajaran Tuhan, tetapi agama itu dapat hidup dan subur dengan pengikut-pengikutnya yang banyak, sehingga jika dilihat sepintas lalu agama itulah yang benar dan diridai Tuhan, sebaliknya agama Tuhan sendiri hanya dianut oleh rakyat jelata lagi miskin serta tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun di dalam negerinya, seakan-akan agama itu bukanlah agama yang diridai Tuhan. Semuanya itu belum memperoleh keadilan yang sebenarnya selama hidup di dunia. Karena itu di akhirat nanti Allah akan memberikan keadilan yang sesungguhnya. Semuanya akan mendapat balasan sesuai dengan iman. amal dan perbuatan yang telah dikerjakannya.

Menetapkan keputusan dengan adil dan melaksanakan keadilan itu bukanlah suatu yang mustahil bagi Allah, karena Allah SWT. Maha Kuasa terhadap semua makhluk-Nya, Dia menyaksikan dan mengetahui segala perbuatan dan apa saja yang terjadi atas sesuatu makhluk, baik yang nampak maupun yang tidak nampak, baik yang besar ataupun yang kecil, bahkan Dia mengetahui segala yang tergores di dalam hati.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi) mereka adalah pemeluk agama Yahudi (orang-orang Shabi'in) salah satu sekte dari orang-orang Yahudi (orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang Musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat) yaitu dengan memasukkan orang-orang yang beriman ke dalam surga dan mencampakkan orang-orang selain mereka ke dalam neraka. (Sesungguhnya Allah terhadap segala sesuatu) yang diperbuat mereka (Maha Menyaksikan) mengetahuinya secara nyata.
««•»»
Truly those who believe, and those of Jewry, namely, the Jews, and the Sabaeans, a sect from among them, and the Christians, and the Magians and the polytheists — God will indeed judge between them on the Day of Resurrection, by admitting the believers into Paradise, and all others into the Fire. Assuredly God, over all things, [the things] which they do, is Witness, Knowing them a knowledge of direct vision (‘ilm mushāhada).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:17

[022] Al Hajj Ayat 016

««•»»
Surah Al Hajj 16

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَأَنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يُرِيدُ
««•»»
wakadzaalika anzalnaahu aayaatin bayyinaatin wa-anna allaaha yahdii man yuriidu
««•»»
Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al Qur'an yang merupakan ayat-ayat yang nyata, dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
««•»»
Thus have We sent it down as manifest signs, and indeed Allah guides whomever He desires.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa sebagaimana Allah telah menurunkan bukti-bukti dan dalil-dalil yang kuat kepada orang yang mengingkari kekuasaan dan kebesaran-Nya, demikian pula Allah telah menurunkan Alquran dengan makna dan petunjuk yang jelas, mudah dimengerti oleh orang-orang yang mau mencari kebenaran, tidak ada keraguan sedikitpun padanya.

Karena itu hendaklah manusia mengikuti dan mengamalkan ajaran Islam, yaitu ajaran-ajaran Alquran itu agar mereka diberi Allah pertolongan dan kemenangan di dunia dan di akhirat.

Dalam pada itu Alquran hanyalah berfaedah bagi orang-orang yang tidak ada rasa dengki dalam hatinya, jiwa dan hatinya bersih, ingin mencari kebenaran dan mempunyai kesediaan beriman kepada yang gaib. Orang seperti yang dilukiskan itu, jika mereka membaca Alquran ia akan beriman. semakin banyak membaca dan mengamalkan ajaran Alquran semakin bertambah pula imannya.

Hal ini senada dengan firman Allah SWT.:
ويزيد الله الذين اهتدوا هدى والباقيات الصالحات خير عند ربك ثوابا وخير مردا
Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.
(QS. Maryam [19]:76)

Sebaliknya orang yang dengki, hatinya berpenyakit, tidak ingin mencari kebenaran dan tidak mempunyai kesediaan beriman kepada yang gaib, maka ayat-ayat Alquran tidak akan berfaedah baginya bahkan akan menambah keingkaran dan kekafirannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demikianlah) sebagaimana Kami turunkan ayat tadi (Kami telah menurunkan dia) ayat-ayat Alquran selanjutnya (yang merupakan ayat-ayat yang nyata) lafal Bayyinatin berkedudukan menjadi Hal, artinya ayat-ayat yang jelas (dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki) untuk mendapatkan petunjuk-Nya; bagian ayat ini di`athafkan kepada dhamir Ha yang terdapat pada lafal Anzalnaahu.
««•»»
So, just as We revealed the previous verse, We revealed it, that is, the remainder of the Qur’ān, as clear signs, manifest [signs] (bayyināt, ‘clear signs’, is a circumstantial qualifier) and indeed God guides whomever He desires, that he be guided (wa-anna’Llāha yahdī man yurīdu, a supplement to the [suffixed pronoun] hā’, ‘it’, of anzalnāhu, ‘We revealed it’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:16