««•»»أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
««•»»
alam tara anna allaaha yasjudu lahu man fii alssamaawaati waman fii al-ardhi waalsysyamsu waalqamaru waalnnujuumu waaljibaalu waalsysyajaru waalddawaabbu wakatsiirun mina alnnaasi wakatsiirun haqqa 'alayhi al'adzaabu waman yuhini allaahu famaa lahu min mukrimin inna allaaha yaf'alu maa yasyaa/u
««•»»
Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
««•»»
Have you not regarded that to Allah prostrates whoever is in the heavens and whoever is on the earth, and the sun, the moon, and the stars, the mountains, the trees, and the animals and many of mankind? And for many the punishment has become due. Whomever Allah humiliates will find no one who may bring him honour. Indeed Allah does whatever He wishes.
««•»»
Sujud dalam ayat ini dapat berarti mengikuti kehendak dan mengikuti hukum-hukum yang telah digariskan dan ditetapkan. Dapat pula berarti: menghambakan diri, beribadat dan mengerti segala yang diperintahkan dan menghentikan semua yang dilarang. Sujud bila dihubungkan dengan makhluk Tuhan selain dari manusia, jin dan malaikat berarti tunduk mengikuti kehendak dan hukum-hukum Allah, baik pada permulaan adanya atau kelangsungan adanya maupun di waktu kemusnahannya, karena hanya Allahlah yang menjaga, memelihara, menguasai dan menyempurnakan wujudnya segala sesuatu. Sedang bagi manusia, jin dan malaikat, jika sujud dihubungkan dengan mereka, berarti mereka tunduk kepada kehendak dan hukum-hukum Allah, taat dan patuh melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya.
Pada ayat ini Allah SWT. menegaskan lagi kekuasaan-Nya terhadap semua makhluk, yaitu semua yang di langit, semua yang di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, tumbuh-tumbuhan dan semua binatang melata tunduk dan mengikuti aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Semua hidup, berkembang dan mati tunduk kepada hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah, mustahil sesuatu makhluk tidak tunduk kepada hukum dan ketentuan itu.
Allah SWT. menciptakan jagat raya ini dan mengaturnya dengan hukum dan ketentuannya. Seperti adanya garis edar pada tiap-tiap planet yang ada di ruang angkasa. Tiap-tiap planet wajib mengikuti garis edar yang telah ditentukan itu. Jika ia keluar dari garis edarnya itu maka ia akan berbenturan dengan planet-plant yang lain. Demikian pula tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang tumbuh manjadi besar dan berkembang mengikuti ketentuan-ketentuan Allah SWT.
Dalam tafsir Al Maragi disebutkan bahwa dalam ayat ini disebut matahari bulan, bintang-bintang dan sebagainya secara khusus untuk mengingatkan bahwa makhluk-makhluk itu termasuk makhluk yang disembah manusia selain Allah, seperti orang Himyar menyembah matahari, Bani Kinanah menyembah bulan, bintang Syi'ra di sembah oleh Bani Lakhm, bintang Surayya disembah oleh orang Tai, orang Mesir kuno menyembah patung anak sapi atau burung Ibis Seakan-akan ayat ini menegaskan bahwa semuanya itu tidak pantas disembah karena semuanya itu termasuk makhluk-makhluk Tuhan yang mengikuti kehendak dan hukum-hukum Allah. Hanya Allah saja yang berhak disembah.
Allah SWT. menerangkan bahwa banyak manusia yang beriman, taat dan patuh kepada Allah, karena merasakan kebesaran dan kekuasaan atas diri mereka. Karena itu mereka beribadat dengan sungguh-sungguh, melaksanakan semua perintah Allah dan menghentikan semua larangan-Nya. Mereka melakukan semua perbuatan yang menyebabkan Allah sayang kepadanya, sehingga Allah memberikan pahala dan memuliakannya. Ada pula manusia yang tidak beriman kepada Allah atau tidak mau merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah, ia ingkar dan durhaka kepada-Nya, ia melakukan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan Allah marah kepadanya, karena mereka sepantasnya mendapat kemurkaan dan azab dari Allah.
Barangsiapa yang mendapat kehinaan dan kemarahan Allah, tidak ada seorang pun yang dapat membela dan memuliakannya dan tidak seorangpun yang dapat melepaskannya dari azab Allah, karena segala kekuasaan berada di tangan Allah. Allah berbuat terhadap makhluk-Nya apa yang Dia kehendaki, yaitu memuliakan orang yang dikehendaki-Nya dan menghinakan orang yang dikehendaki-Nya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Apakah kamu tiada melihat) tiada mengetahui (bahwa kepada Allah bersujud makhluk yang ada di langit dan makhluk yang ada di bumi dan matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pohon-pohon dan hewan-hewan yang melata) semuanya tunduk dan patuh menuruti apa yang dikehendaki-Nya (dan sebagian besar daripada manusia?) adalah orang-orang Mukmin, yaitu dengan bertambah perasaan rendah diri dalam sujud salat mereka. (Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya) mereka adalah orang-orang kafir, karena mereka membangkang tidak mau bersujud, sedangkan sujud itu adalah pertanda iman. (Dan barang siapa yang dihinakan Allah) disengsarakan-Nya (maka tidak seorang pun yang memuliakannya) yang akan membahagiakannya. (Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki) seperti menghinakan dan memuliakan.
««•»»
Have you not seen, [have you not] realised, that to God prostrate whoever is in the heavens and whoever is in the earth, together with the sun and the moon, and the stars and the mountains, and the trees and the animals, that is, how they are submissive to Him in what He wills of them, as well as many of mankind?, namely, the believers, [who prostrate to Him] in addition to their submissiveness [to Him] when prostrating in prayer. And for many the chastisement has become due, and these are the disbelievers, for they refuse to prostrate, [an action] which is contingent on belief. And he whom God abases, [he whom] He makes unprosperous, there is none to give him honour, [none] to make him fortunate. Indeed God does whatever He will, in the way of abasing or giving honour.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 17]•[AYAT 19]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#22:18
Have you not seen, [have you not] realised, that to God prostrate whoever is in the heavens and whoever is in the earth, together with the sun and the moon, and the stars and the mountains, and the trees and the animals, that is, how they are submissive to Him in what He wills of them, as well as many of mankind?, namely, the believers, [who prostrate to Him] in addition to their submissiveness [to Him] when prostrating in prayer. And for many the chastisement has become due, and these are the disbelievers, for they refuse to prostrate, [an action] which is contingent on belief. And he whom God abases, [he whom] He makes unprosperous, there is none to give him honour, [none] to make him fortunate. Indeed God does whatever He will, in the way of abasing or giving honour.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 17]•[AYAT 19]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#22:18
