Sabtu, 28 Februari 2015

[022] Al Hajj Ayat 005

««•»»
Surah Al Hajj 5

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ
««•»»
yaa ayyuhaa alnnaasu in kuntum fii raybin mina alba'tsi fa-innaa khalaqnaakum min turaabin tsumma min nuthfatin tsumma min 'alaqatin tsumma min mudhghatin mukhallaqatin waghayri mukhallaqatin linubayyina lakum wanuqirru fii al-arhaami maa nasyaau ilaa ajalin musamman tsumma nukhrijukum thiflan tsumma litablughuu asyuddakum waminkum man yutawaffaa waminkum man yuraddu ilaa ardzali al'umuri likaylaa ya'lama min ba'di 'ilmin syay-an wataraa al-ardha haamidatan fa-idzaa anzalnaa 'alayhaa almaa-a ihtazzat warabat wa-anbatat min kulli zawjin bahiijin
««•»»
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
««•»»
O people! If you are in doubt about the resurrection, [consider that] We indeed created you from dust, then from a drop of [seminal] fluid, then from a clinging mass,[1] then from a fleshy tissue,[2] partly formed and partly unformed, so that We may manifest [Our power] to you. We establish in the wombs whatever We wish for a specified term, then We bring you forth as infants, then [We rear you] so that you may come of age. [Then] there are some of you who are taken away, and there are some of you who are relegated to the nethermost age, so that he knows nothing after [having possessed] some knowledge. And you see the earth torpid, yet when We send down water upon it, it stirs and swells, and grows every delightful kind [of plant].
[1] That is, an embryo; cf.23:13-14;40:67;75:38.
[2] That is, the fetus in the early stages of its development; cf.23:13.
««•»»

Pada aya ini Allah SWT. menantang orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari kiamat dan hari berbangkit. Seandainya mereka tetap tidak mempercayainya cobalah kemukakan dalil-dalil dan bukti-bukti yang dapat menguatkan pendapat mereka itu. Tetapi mereka tidak dapat mengemukakannya.

Karena itu Allah SWT. menunjukkan kepada mereka di antara bukti-bukti adanya hari kiamat dan hari berbangkit, yaitu kejadian diri mereka sendiri, mulai dari dalam kandungan ibu, kemudian menjadi besar dan kemudian mati. Tentu saja mengulang penciptaan manusia kembali adalah lebih mudah dari penciptaan kali.

Orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari berbangkit menganggap kebangkitan itu merupakan suatu kejadian yang mustahil terjadi. Tidak mungkin tulang belulang yang telah lapuk berserakan, daging-daging yang telah hancur luluh menjadi tanah akan kembali bersatu dalam bentuk seperti manusia sediakala.

Mereka tidak percaya bahwa Allah SWT. sanggup melakukan yang demikian itu, karena menganggap Tuhan itu, pada hakikatnya mereka sendiri yang mengadakannya, hanya timbul dari khayalan mereka di waktu mereka berhadapan dengan bahaya yang berasal dari bencana alam.

Kesanggupan dan kekuasaan Allah mereka ukur sama dengan kesanggupan dan kekuasaan mereka sendiri. Jika mereka merasa tidak sanggup melakukan sesuatu pekerjaan, tentu Allan tidak pula akan sanggup melakukannya. Dalam pada itu pula di antara mereka yang tidak percaya itu semata-mata karena keingkaran saja, karena ingin memperturutkan hawa nafsu dan golongan setan, padahal hati dan akal pikiran mereka mengakuinya. Mereka khawatir kedudukan dan pangkat mereka akan terancam jika mereka mengikuti kepercayaan dan agama yang dibawa oleh Muhammad saw. Karena itu mereka membantah Allah tanpa berdasar ilmu pengetahuan.

Dalam ayat ini Allah mengemukakan bukti-bukti adanya hari berbangkit itu dengan mengemukakan dua macam dalil. Pertama ialah dalil-dalil yang berhubungan dengan proses kejadian manusia dan yang kedua dalil-dalil yang berhubungan dengan proses kehidupan dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan.

Allah SWT. menerangkan proses kejadian manusia di dalam rahim ibunya dan kehidupan manusia setelah ia lahir sampai mati sebagai berikut:

Pertama
Allah telah menciptakan manusia pertama, yaitu Adam as, adalah dari tanah. Kemudian dari Adam diciptakan istrinya Hawa, dari kedua jenis ini berkembang biak manusia dalam proses yang banyak. Dan dapat pula berarti bahwa manusia diciptakan Allah berasal dari sel mani, yaitu perkawinan sperma laki-laki dengan ovum di dalam rahim wanita. Kedua sel itu berasal dari darah, darah berasal dari makanan yang dimakan manusia. Makanan manusia ada yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan ada yang berasal dari binatang ternak atau hewan-hewan yang lain. Semuanya itu berasal dari tanah sekalipun telah melalui beberapa proses. Karena itu tidaklah salah jika dikatakan bahwa manusia itu berasal dari tanah.

Ke·dua
Dalam ayat ini disebutkan bahwa manusia itu berasal dari "nufah". Yang dimaksud dengan "nutfah" ialah setetes mani. Setetes mani laki-laki itu mengandung beribu-ribu sperma yang tidak dapat dilihat dengan mata, tanpa menggunakan alat pembesar. Salah satu dari sperma ini bertemu dengan ovum dalam rahim wanita dengan perantaraan persetubuhan yang dilakukan oleh kedua jenis manusia itu. Pertemuan sperma dan ovum ini merupakan perkawinan yang sebenarnya, dan pada waktu itulah terjadi proses pertama dari kejadian manusia yang serupa terjadi pula pada binatang.

Ke·tiga
Sperma dan ovum yang telah menjadi satu itu bergantung pada dinding rahim si ibu dan setelah beberapa lama berubah menjadi segumpal darah.
Ke·empat
Dari segumpal darah berubah menjadi segumpal daging.
Ke·lima
Kemudian ada yang menjadi segumpal daging yang sempurna, tidak ada cacad dan kekurangan pada permulaan kejadiannya, dan ada pula yang menjadi segumpal daging yang tidak sempurna, terdapat cacat dan kekurangan. Berdasarkan kejadian sempurna dan tidak sempurna inilah menimbulkan perbedaan bentuk kejadian bentuk manusia, perbedaan tinggi dan pendeknya manusia dan sebagainya. Proses kejadian "nutfah" menjadi "alaqah" adalah empatpuluh hari, dari "alaqah" menjadi "mudgah" (segumpal daging) juga empatpuluh hari. Kemudian setelah lewat empat puluh hari sesudah ini, Allah SWT., meniupkan roh, menetapkan rezeki, amal, bahagia dan sengsara, menetapkan ajal dan sebagainya,

sebagaimana tersebut dalam hadis:
إن أحدكم يجمع في بطون أمه أربعين يوما نطفة ثم يكون علقة مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ثم يرسل عليه الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات يكتب رزقه وعمله وأجله أشقي أو سعيد
Sesungguhnya awal kejadian seseorang kamu (yaitu sperma dan ovum) berkumpul dalam perut ibunya selama 40 malam, kemudian menjadi segumpal darah selama itu (pula) lalu menjadi segumpal daging selama itu (pula). kemudian Allah mengutus malaikat, setelah Allah meniupkan roh ke dalamnya. maka malaikat itu diperintahkan-Nya menulis empat kalimat, lalu malaikat itu menuliskan rezekinya, ajalnya. amalnya, bahagia atau sengsara.
(H.R. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis yang lain diterangkan:
يدخل الملك على النطفة بعد ما تستقر في الرحم بأربعين أو خمسة وأربعين ليلة فيقول: يا رب, أشقي أو سعيد فيكتبان فيقول: يا رب, أذكر أو أنثى فيكتبان ويكتب عمله وأثره وأجله ورزقه ثم تطوى الصحف فلا يزاد فيها ولا ينقص.
Bersabda Rasulullah saw: "Malaikat mendatangi "nutfah" setelah menetap di dalam rahim 40 atau 45 hari, maka ia berkata: "Wahai Tuhanku: Burukkah untungnya atau baik?". Lalu Allah memfirmankan buruk atau baiknya, maka ditulislah keduanya (yakni buruk atau baiknya). Maka Malaikat berkata pula: "Laki-lakikah dia atau perempuan?". Lalu Allah memfirmankan tentang laki-lakikah dia atau perempuan, maka ditulislah keduanya (yakni laki-laki atau perempuan), dan ditulislah kerja, peninggalan, ajal dan rezkienya. Kemudian ditutuplah lembaran-lembaran itu, maka apa yang telah dituliskan di dalamnya tidak dapat ditambah atau dikurangi lagi. (H.R. Ibnu Abi Hatim. Muslim meriwayatkan pula hadis yang searti dengan hadis ini tetapi dengan sanad yang lain)

Allah menetapkan proses kejadian yang demikian, yaitu membiarkan nutfah, alaqah, mudgah sampai berbentuk bayi yang sempurna dalam waktu yang ditentukan itu adalah untuk menerangkan kepada manusia tanda-tanda kekuasaan, kebesaran dan kerapian aturan-aturan yang dibuatnya, dan untuk menjadi bahan pemikiran bagi manusia, bahwa jika Allah kuasa menciptakan manusia pada kali yang pertama, tentulah Dia kuasa pula menciptakan-Nya pada kali yang kedua, dan menciptakan sesuatu pada kali yang kedua itu biasanya lebih mudah dari menciptakannya pada kali yang pertama. Membangkitkan manusia dari kubur pada hakikatnya adalah menciptakan manusia pada kali yang kedua. Tentu hal itu sangat mudah bagi Allah. Sebenarnya jika Allah menghendaki kejadian sesuatu tidak melalui proses yang demikian, tidaklah sukar bagi Allah. Karena jika Dia menghendaki adanya sesuatu, cukuplah Dia mengatakan kepadanya: Jadilah". Maka terwujud barang itu.

Sebagaimana firman-Nya:
إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah berkata kepadanya:
"Jadilah". Maka terjadilah ia.
 (QS. Yasin [36]:82)

Ke·enam
Kemudian jika telah sampai waktunya, maka Allah SWT. melahirkan bayi yang masih kecil itu dari dalam rahim ibunya. Masa kandungan yang sempurna ialah sembilan bulan, tetapi jika Allah menghendaki masa kandungan itu dapat berkurang menjadi enam bulan atau lebih dan ada pula yang lebih dari sembilan bulan.

Pada permulaan masa lahir itu manusia dalam keadaan lemah, baik jasmani maupun rokhaninya, lalu Allah menganugerahkan kekuatan kepadanya sedikit demi sedikit, bertambah lama bertambah besar, hingga sampai masa kanak-kanak, kemudian sampai masa dewasa, pada masa manusia sempurna jasmani dan rokhaninya, badannya sedang kuat, pikirannya sedang berkembang, kemampuannya untuk mencapai sesuatu yang diingininya sedang ada pula.

Kemudian manusia menjadi tua, bertambah lama bertambah lemah, seakan-akan kembali lagi kepada masa kanak-kanak dan menjadi pikun, akhirnya iapun meninggalkan dunia yang fana ini; ada di antara manusia yang meninggal sebelum mencapai umur dewasa, ada pula yang meninggal di waktu dewasa dan ada yang diberi Allah umur yang lanjut, sampai tua bangka. Proses perkembangan manusia sejak lahir, menjadi dewasa dan menjadi tua ini,

dilukiskan dalam firman Allah SWT.:
الله الذي خلقكم من ضعف ثم جعل من بعد ضعف قوة ثم جعل من بعد قوة ضعفا وشيبة يخلق ما يشاء وهو العليم القدير
Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu, menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. Ar Ruum [30]:54)

Selanjutnya Allah SWT. mengemukakan bukti adanya hari kiamat dan hari berbangkit, selain yang telah dikemukakan di atas dengan memerintahkan manusia agar memperhatikan kehidupan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di permukaan bumi. Perhatikanlah bumi yang tandus dan kering, tiada ditumbuhi oleh sebatangpun tumbuh-tumbuhan.

Kemudian turunlah hujan membasahi permukaan bumi itu. Maka kelihatanlah permukaan bumi itu seakan-akan bergerak dengan perlahan-lahan dan berubah warna permukaannya dengan berangsur-angsur, karena telah mulai ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan. Semakin lama tumbuh-tumbuhan itu semakin besar, bahkan daun-daunnya telah menutupi permukaan bumi yang semulanya tandus, dengan warna yang beraneka ragam: ada yang hijau, ada yang keputih-putihan, ada yang merah dan sebagainya.

Perpaduan warna-warna daun ini merupakan pemandangan yang indah bagi mata yang memandangnya setelah tiba musim bunga, maka pemandangan yang indah ini menjadi bertambah indah karena telah dihiasi lagi oleh warna-warni bunga yang bermacam corak itu, yang menyerbak di antara daun-daun itu. Seakan-akan permukaan bumi yang tandus dahulunya itu telah berubah menjadi hamparan permadani yang dihiasi daun-daun dan bunga-bunga yang beraneka ragam warnanya.

Setelah sampai masanya pula, maka bunga-bunga itupun berguguran dan tinggallah putik-putik yang berangsur-angsur besar pula, sampai menjadi buah. Pada saat buah telah baik untuk dipetik, maka berdatanganlah manusia yang akan memetiknya. Buah-buahan itu merupakan rezeki yang halal bagi manusia, baik untuk dimakannya maupun untuk dijadikan keperluan yang lain yang bermanfaat baginya. Setelah itu datang lagi musim kemarau, bumi kembali menjadi kering dan tandus seperti sediakala.

Demikianlah keadaan bumi itu, yang berubah keadaannya setiap pergantian musim, dari mati dan tandus, kemudian disirami hujan, maka tumbuhlah tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan buah yang bermanfaat bagi manusia, kemudian tumbuh-tumbuhan itu mati pada musim panas dan kering untuk dihidupkan kembali pada musimnya pula.

Bagi manusia yang berpikir, tentulah dia akan memikirkan proses hidup dan kematian bumi dengan segala yang ada dipermukaannya itu. Tentulah pikirannya akan sampai kepada Zat yang menentukan kehidupan dan kematian itu.

Bagi manusia yang beriman dan berpikir, tentulah baginya semua proses kejadian dan kefanaan itu menambah kuat imannya kepada kekuasaan dan keesaan Tuhan, yang menghidupkan dan mematikan makhluk-makhluk-Nya, menurut yang dikehendaki-Nya. Jika Allah SWT. telah berbuat demikian, tentulah Dia berkuasa pula untuk menciptakan dan membangkitkan manusia kembali di kemudian hari. Karena mengulang penciptaan sesuatu kembali adalah lebih mudah dari menciptakannya buat pertama kalinya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Hai manusia) yakni penduduk Mekah (jika kalian dalam keraguan) kalian meragukan (tentang hari berbangkit, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian) bapak moyang kalian, yaitu Adam (dari tanah, kemudian) Kami ciptakan anak cucunya (dari setetes nuthfah) air mani (kemudian dari segumpal darah) darah yang kental (kemudian dari segumpal daging) daging yang besarnya sekepal tangan (yang sempurna kejadiannya) telah diberi bentuk berupa makhluk yang sempurna (dan yang tidak sempurna) masih belum sempurna bentuknya (agar Kami jelaskan kepada kalian) kemahasempurnaan kekuasaan Kami, yaitu supaya kalian dapat mengambil kesimpulan daripadanya, bahwa Allah yang memulai penciptaan dapat mengembalikan ciptaan itu kepada asalnya.

(Dan Kami tetapkan) kalimat ayat ini merupakan kalimat baru (di dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan) hingga ia keluar (kemudian Kami keluarkan kalian) dari perut ibu-ibu kalian (sebagai bayi) lafal Thiflan sekalipun berbentuk tunggal tetapi makna yang dimaksud adalah jamak (kemudian) Kami memberi kalian umur secara berangsur-angsur (hingga sampailah kalian kepada kedewasaan) dewasa dan kuat, yaitu di antara umur tiga puluh tahun sampai empat puluh tahun (dan di antara kalian ada yang diwafatkan) yakni mati sebelum mencapai usia dewasa (dan ada pula di antara kalian yang dipanjangkan umurnya sampai pikun) amat tua sehingga menjadi pikun (supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya).

Sehubungan dengan hal ini Ikrimah mengatakan, "Barang siapa yang biasa membaca Alquran, niscaya ia tidak akan mengalami nasib yang demikian itu, yakni terlalu tua dan pikun." (Dan kalian lihat bumi ini kering) gersang (kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hiduplah bumi itu) menjadi hidup (dan suburlah ia) hidup dengan suburnya (serta dapat menumbuhkan) huruf Min adalah huruf Zaidah (berbagai macam tumbuh-tumbuhan) beraneka ragam tumbuhan (yang indah) yakni yang baik
««•»»
O mankind, in other words, [O] people of Mecca, if you are in doubt about the Resurrection, then lo! [consider that] We have created you, that is, [We have created] your origin — Adam — from dust then, We created his progeny, from a drop, a sperm-drop, then from a clot, congealed blood, then from a [little] lump of flesh (mudgha), a piece of flesh, the size of what one would [be able to] chew (mā yumdagh), partly formed, shaped, complete in form, and partly unformed, that is, uncomplete in form, that We may make clear to you, the perfect nature of Our power, that you might [then] infer from this initial act of creation, the [reality of its future] restoration.

And We establish (nuqirru, marks a new [grammatically independent] sentence) in the wombs whatever We will for a specified time, that is, until the time for it to come out, then We bring you forth, from the bellies of your mothers, as infants, and then, We extend your life, that you may come of age (ashuddakum), that is to say, [your] prime and strength, which is [that age] between thirty and forty years. And there are some of you who are taken away, by death, before coming of age, and there are some of you who are relegated to the most abject time of life, its most despicable [state] of decrepitude and senility, so that after [having had] some knowledge, he no longer knows anything — ‘Ikrima said, ‘Whoever recites the Qur’ān, such a state will not befall him’. And you see the earth torpid, barren, yet when We send down water upon it, it stirs, it moves, and swells, it rises and grows, and grows [plants of] (anbatat min, min is extra) every delightful, fair, kind, species.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:5

[022] Al Hajj Ayat 004

««•»»
Surah Al Hajj 4

كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُ مَنْ تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ وَيَهْدِيهِ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ
««•»»
kutiba 'alayhi annahu man tawallaahu fa-annahu yudhilluhu wayahdiihi ilaa 'adzaabi alssa'iiri
««•»»
yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.
««•»»
about whom it has been decreed that should anyone take him for a friend, he will lead him astray, and conduct him toward the punishment of the Blaze.
««•»»

Allah Subhanahu wa Ta'ala menerangkan bahwa Dia telah memberi kesempatan bagi setan melakukan segala macam usaha untuk menyesatkan dan memperdayakan manusia, agar manusia itu menjadi sesat dan ingkar pula sebagaimana yang telah ia lakukan. Tetapi usaha itu hanyalah dapat dilakukannya terhadap orang-orang kafir dan tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sedang hamba-hamba Allah yang mukmin tidak dapat mereka ganggu dan perdayakan sedikitpun.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قال رب بما أغويتني لأزينن لهم في الأرض ولأغوينهم أجمعين إلا عبادك منهم المخلصين
Iblis berkata: "Ya Tuhanku. oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka."
(QS. Al Hijr [15]:39-40)

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala memperingatkan agar manusia waspada terhadap godaan setan. Barang siapa yang memperturutkan godaan setan dan menempuh jalannya, maka Allah menyesatkan mereka pula dengan melapangkan jalan yang dibentangkan setan itu, sehingga mereka mudah melaluinya. Karena itu mereka akan dimasukkan ke dalam neraka bersama-sama setan yang menggodanya itu. Seorang yang telah terbiasa mengikuti jalan setan itu amat sulit baginya kembali ke jalan yang benar, karena hatinya telah ditutupi oleh keinginan setan itu.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
من يضلل الله فلا هادي له ويذرهم في طغيانهم يعمهون
"Barangsiapa yang Allah sesatkan maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang ambing dalam kesesatan.
(QS. Al A'raf [7]:186)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang telah ditetapkan terhadap setan itu) telah diputuskan terhadapnya (bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia) mengikutinya (tentu dia akan menyesatkannya dan membawanya) menjerumuskannya (ke azab neraka) yang apinya berkobar-kobar.
««•»»
about whom it has been decreed, in other words, it has been decreed with regards to a devil, that whoever takes him for a friend, that is, [whoever] follows him, he will make him go astray and will lead him, summon him, to the chastisement of the Blaze, namely, to the Fire.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:4

[022] Al Hajj Ayat 003

««•»»
Surah Al Hajj 3

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ
««•»»
wamina alnnaasi man yujaadilu fii allaahi bighayri 'ilmin wayattabi'u kulla syaythaanin mariidin
««•»»
Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah {977} tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat,
{977} Maksud membantah tentang Allah ialah membantah sifat-sifat dan kekuasaan Allah, misalnya dengan mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah puteri- puteri Allah dan Al Quran itu adalah dongengan orang- orang dahulu dan bahwa Allah tidak Kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati dan telah menjadi tanah.
««•»»
Among the people are those who dispute about Allah without any knowledge, and follow every froward devil,
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa sekalipun Allah telah menerangkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada hari kiamat, namun banyak manusia yang mengingkarinya, bahkan mereka bertindak lebih dari itu.

Mereka tidak saja mengatakan bahwa Allah tidak kuasa membangkitkan dan menghidupkan manusia kembali setelah hancur dan berserakan menjadi tanah, Allah mempunyai anak dan mempunyai syarikat, Alquran isinya tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang purbakala, tetapi mereka berbuat lebih dari itu yaitu menantang Allah. Mereka berkata: "Seandainya Allah itu benar-benar Maha Kuasa cobalah turunkan azab yang pedih yang pernah dijanjikan itu", dan tantangan-tantangan yang lain.

Menurut Ibnu Abi Hatim, bahwasanya ayat ini diturunkan berhubungan dengan Nadar bin Haris, ia membantah ke Esaan dan kekuasaan Allah dengan mengatakan: "Malaikat itu adalah putri-putri Allah, Alquran itu tidak lain adalah dongengan orang-orang purbakala saja, Allah tidak kuasa menghidupkan orang-orang yang telah mati yang tubuhnya telah hancur luluh menjadi tanah".

Menurut Zamakhsari; "Sekalipun ayat ini ditujukan kepada Nadar bin Haris pada waktu turunnya, tetapi ayat ini berlaku umum dan ditujukan kepada semua orang yang membantah Allah, tanpa pengetahuan dan menetapkan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya".

Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela orang-orang yang berdebat tentang Allah, mengingkari ke Esaan dun kekuasaan-Nya, tanpa dasar pengetahuan yang benar dan bukti yang kuat. Jika mereka hendak mengemukakan sesuatu tentang Allah, hendaklah mereka menggunakan dalil-dalil dan bukti-bukti yang kuat.

Dalam pada itu Allah Subhanahu wa Ta'ala memperingatkan bahwa akal dan pikiran manusia tidak akan sanggup untuk mengenal dan memikirkan zat Allah, karena zat Allah merupakan sesuatu yang gaib. Tetapi jika ingin mengetahui adanya Tuhan, ke Esaan dan kekuasaan-Nya pikirkanlah makhluk-makhluk yang telah diciptakan-Nya seperti jagat raya dan segala isinya, hukum-hukum yang mengaturnya, bumi dengan segala isinya, gunung-gunung dengan lembah-lembahnya, lautan yang luas dengan segala kandungannya dan diri mereka sendiri serta semua makhluk yang telah diciptakan Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
أو لم يتفكروا في أنفسهم ما خلق الله السماوات والأرض وما بينهما إلا بالحق وأجل مسمى وإن كثيرا من الناس بلقاء ربهم لكافرون
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya
(QS. Ar Ruum [30]:8)

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
وألقى في الأرض رواسي أن تميد بكم وأنهارا وسبلا لعلكم تهتدون وعلامات وبالنجم هم يهتدون أفمن يخلق كمن لا يخلق أفلا تذكرون
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi, supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. Maka Apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.
(QS. An Nahl [16]:15,16,17)

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela orang-orang yang buruk budi pekertinya, yaitu orang-orang yang mengikuti setan. Setan itu mempunyai budi pekerti yang buruk adalah karena ia mengikuti dan memperturutkan hawa nafsunya, karena keangkuhannya ia enggan sujud kepada Adam sebagaimana yang diperintahkan Allah. Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, menginginkan orang lain mengikuti perbuatan-perbuatannya yang tercela itu, berusaha dengan segala tipu dayanya agar manusia memandang baik segala perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, seperti memperserikatkan Tuhan, meminum khamar, berjudi, berzina, menumpuk harta untuk kepentingan diri sendiri, menindas orang-orang lain dan sebagainya. Setan itu ada yang berupa setan jin dan ada pula yang berupa setan manusia.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan Nadhr bin Harits dan para pengikutnya. (Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan) mereka mengatakan, bahwa para Malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Alquran adalah dongengan orang-orang dahulu dan mereka mengingkari adanya hari berbangkit serta dihidupkan-Nya kembali manusia yang telah menjadi tanah (dan mengikuti) di dalam bantahannya itu (setiap setan yang sangat jahat) yaitu sangat membangkang.
««•»»
The following was revealed regarding al-Nadr b. al-Hārith and his companions: And among mankind are those who dispute about God without any knowledge — they would say, ‘The angels are God’s daughters, and the Qur’ān [a collection of] the fables of the ancients’. In addition, they would deny resurrection and the bringing back to life of those who had become dust — and [those who] follow, in their manner of disputing, every rebellious devil,

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Bukhari mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki datang ke Madinah, kemudian ia masuk Islam. Maka setelah itu manakala istrinya melahirkan seorang bayi laki-laki dan kudanya menghasilkan anak, lalu ia berkata, "Agama Islam ini adalah agama yang baik". Dan manakala istrinya tidak melahirkan bayi laki-laki, kemudian kudanya pun tidak menghasilkan anak, maka ia berkata, "Agama Islam ini adalah agama yang membawa kepada keburukan atau kesialan".

Maka Allah menurunkan firman-Nya,
 "Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan perasaan ragu..."
(QS. Al Hajj [22]:11).

Ibnu Murdawaih mengetengahkan sebuah hadis melalui Athiah yang ia terima dari sahabat Ibnu Masud radhiallahu ‘anhuma yang telah menceritakan, bahwa seorang lelaki Yahudi masuk Islam, setelah itu matanya menjadi buta dan harta bendanya ludes serta anak-anaknya mati, lalu ia menganggap sial agama Islam seraya mengatakan, "Aku tidak mendapatkan kebaikan apa pun dari agamaku yang sekarang ini; mataku menjadi buta, harta bendaku ludes semuanya, serta anak-anakku mati semuanya".

Maka turunlah ayat,
"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan perasaan..."
(QS. Al Hajj [22]:11).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:4

[022] Al Hajj Ayat 002

««•»»
Surah Al Hajj 2

يَومَ تَرَونَها تَذهَلُ كُلُّ مُرضِعَةٍ عَمّا أَرضَعَت وَتَضَعُ كُلُّ ذاتِ حَملٍ حَملَها وَتَرَى النّاسَ سُكارىٰ وَما هُم بِسُكارىٰ وَلٰكِنَّ عَذابَ اللَّهِ شَديدٌ
««•»»
yawma tarawnahaa tadzhalu kullu murdhi'atin 'ammaa ardha'at watadha'u kullu dzaati hamlin hamlahaa wataraa alnnaasa sukaaraa wamaa hum bisukaaraa walaakinna 'adzaaba allaahi syadiidun
««•»»
 (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.
««•»»
 The day that you will see it, every suckling female will neglect what she suckled, and every pregnant female will deliver her burden, and you will see the people drunk, yet they will not be drunken, but Allah’s punishment is severe.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Pada hari kalian melihat keguncangan itu lalailah) disebabkannya (semua wanita yang menyusui anaknya) yang sebenarnya (dari anak yang disusukannya) ia melupakannya (dan gugurlah dari semua wanita yang sedang mengandung) yakni sedang hamil (kandungannya dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk) disebabkan tercekam perasaan takut yang amat hebat (padahal sebenarnya mereka tidak mabuk) disebabkan minuman keras (akan tetapi azab Allah itu sangat keras) maka mereka takut kepada azab itu.
««•»»
On the day when you behold it, every, actually, nursing female, on account of this [tremendous day], will neglect her suckling, that is, she will forget it; and every pregnant female will deliver her burden, and you will see mankind [as though] drunk, because of the severity of [their] fear, yet they will not be drunk, because of any drink; but God’s chastisement is severe, and so they will be terrified of it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#22:2

[022] Al Hajj Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Al Hajj 1

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
 
««•»»
yaa ayyuhaa alnnaasu ittaquu rabbakum inna zalzalata alssaa'ati syay-un 'azhiimun
««•»»
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
««•»»
O mankind! Be wary of your Lord! Indeed the quake of the Hour is a terrible thing.
««•»»
   
 Ayat ini menceritakan agar manusia mawas diri serta menjaga dirinya dari azab Allah, dengan mengikuti perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Perintah itu berlaku sejak ayat ini diturunkan sampai datangnya hari kiamat, yang pada waktu itu terjadi gempa bumi yang amat dahsyat, menghancur leburkan seluruh yang ada dalam jagat raya ini.

Allah memerintahkan yang demikian adalah karena guncangan dan malapetaka yang terjadi pada hari yang sangat hebat itu yang tiada taranya. Dalam firman Allah yang lain diterangkan guncangan dan gempa bumi yang terjadi pada hari itu.

Allah SWT. berfirman:
إذا زلزلت الأرض زلزالها وأخرجت الأرض أثقالها
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.

(QS. Al Zalzalah [99]:1-2)

Dan firman Allah SWT.:
وحملت الأرض والجبال فدكتا دكة واحدة فيومئذ وقعت الواقعة
Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat.

(QS. Al HaAqqah [69]:14-15)

Dari ayat ini dipahamkan bahwa orang-orang yang bertakwa, tidak merasa ngeri dan takut pada hari kiamat itu, karena mereka telah percaya bahwa hari kiamat itu pasti terjadi, bahwa mereka telah yakin benar akan mendapat perlindungan dan pertolongan Allah pada hari itu, serta yakin pula bahwa tidak seorangpun yang dapat memberi perlindungan dan pertolongan pada hari itu selain dari Allah SWT.


Yang Maha Kuasa lagi Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya. Sebaliknya orang-orang yang ingkar kepada Allah, tidak mengikuti perintah-Nya den tidak menghentikan larangan-larangan-Nya akan merasakan akibat guncangan bumi dan kehancuran dunia pada waktu itu, sebagai siksaan yang tiada taranya. Mereka tidak dapat menghindarkan diri daripadanya sedikitpun dan tidak ada seorangpun yang dapat menolong mereka, karena Allah hanya akan menolong dan melindungi hamba-hamba-Nya yang bertakwa kepada-Nya.

Menurut suatu riwayat, bahwa ayat ini diturunkan pada malam hari, pada waktu terjadi peperangan Bani Mustalik, lalu Nabi Muhammad saw membacakan ayat ini kepada para sahabat. Setelah beliau membacakan ayat ini, beliaupun menangis dan para sahabatpun ada yang ikut menangis, ada yang gundah gulana dan ada pula yang merenungi ayat ini.


Hal ini menunjukkan bagaimana kekhawatiran Nabi Muhammad saw. dan para sahabat terhadap malapetaka yang besar yang terjadi pada hari kiamat itu, sekalipun dalam diri mereka telah terpatri dengan kokoh iman dan kesabaran, dan merekapun telah percaya bahwa Allah pasti menolong kaum Muslimin.

Hari kiamat adalah hari kehancuran dunia, merupakan masa peralihan dari masa kehidupan dunia yang fana ini beralih ke masa kehidupan akhirat yang kekal lagi abadi. Pada waktu itu terjadi suatu kejadian yang amat mengerikan, seluruh planet dan benda-benda angkasa satu dengan yang lain berbenturan, sehingga pecah berserakan menjadi kepingan-kepingan yang halus.


Pada waktu itu itu lenyaplah segala yang ada di alam ini. Hanya yang tidak lenyap waktu itu ialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. Setelah alam fana ini lenyap semuanya, Allah SWT. menggantikannya dengan alam yang lain, yaitu alam akhirat. Pada waktu itu seluruh manusia dibangkitkan kembali dari kuburnya untuk ditimbang amal perbuatannya. Perbuatan baik dibalas dengan surga yang penuh kenikmatan, sedang perbuatan jahat dan buruk dibalas dengan siksa yang pedih di dalam neraka yang menyala-menyala.

Pada waktu itulah manusia memperoleh keadilan yang hakiki dari Tuhannya, yang selama hidup di dunia mereka tidak memperolehnya.

Kepercayaan akan adanya hari kiamat termasuk salah satu dari rukun iman yang wajib diimani dan diyakini oleh setiap orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada Allah SWT. dan kepada Nabi Muhammad saw. yang telah diutusnya.


Hari kiamat itu termasuk salah satu dari perkara-perkara yang gaib, karena itu adalah sukar untuk mengemukakan bukti-bukti yang nyata tentangnya. Akan tetapi jika seseorang telah percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Allah Maha Kuasa lagi Maha Adil, Dia cinta dan kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, maka orang itu akan sampai kepada kepercayaan akan adanya hari kiamat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Hai manusia!) yakni penduduk Mekah dan selainnya (Bertakwalah kepada Rabb kalian) takutlah kalian akan azab-Nya, yaitu dengan taat kepada-Nya (sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu) yakni saat gempa yang amat dahsyat menimpa bumi, lalu disusul dengan terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, itulah pertanda kiamat telah di ambang pintu (adalah suatu kejadian yang sangat besar) sangat mengejutkan manusia hal ini merupakan semacam azab.
««•»»
O mankind, that is, the inhabitants of Mecca and others: fear your Lord, that is, of His punishment, by being obedient to Him. Surely the earthquake of the Hour [of Doom], that is, the violent quaking of the earth after which the sun will rise from the west, [something] which will be near [the time of] the Hour, is a tremendous thing, in the way it will distress people — this itself being a sort of punishment.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of78
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=22&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#21:1

Kamis, 05 Februari 2015

[022] Al Hajj 2of2

2of2
78 Verses • revealed at Meccan.
««•»»
The Pilgrimage to the Ancient House of God—The Kaʿbah—in Mecca.Verse 26 ff. of this surah relate the ḥajj pilgrimage, after which it is named. This theme is introduced by the condemnation of those who bar the believers from access to the Sacred Mosque and is followed by permission to fight when attacked. It begins with the Day of Judgement and castigates those who worship useless idols, describing them later as powerless to create even a fly. The surah ends by urging the Muslims to persevere in following the faith of Abraham.«
The surah is also known as: The Hajj-Pilgrimage, Tile Pilgrimage.
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•[AYAT 021]•[AYAT 022]•[AYAT 023]•[AYAT 024]•[AYAT 025]•[AYAT 026]•[AYAT 027]•[AYAT 028]•[AYAT 029]•[AYAT 030]•[AYAT 031]•[AYAT 032]•[AYAT 033]•[AYAT 034]•[AYAT 035]•[AYAT 036]•[AYAT 037]•[AYAT 038]•[AYAT 039]•[AYAT 040]•[AYAT 041]•[AYAT 042]•[AYAT 043]•[AYAT 044]•[AYAT 045]•[AYAT 046]•[AYAT 047]•[AYAT 048]•[AYAT 049]•[AYAT 050]•
•[AYAT 051]•[AYAT 052]•[AYAT 053]•[AYAT 054]•[AYAT 055]•[AYAT 056]•[AYAT 057]•[AYAT 058]•[AYAT 059]•[AYAT 060]•[AYAT 061]•[AYAT 062]•[AYAT 063]•[AYAT 064]•[AYAT 065]•[AYAT 066]•[AYAT 067]•[AYAT 068]•[AYAT 069]•[AYAT 070]•[AYAT 071]•[AYAT 072]•[AYAT 073]•[AYAT 074]•[AYAT 075]•[AYAT 076]•[AYAT 077]•[AYAT 078]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#22


[022] Al Hajj 1of2

1of2
78 Ayat • diturunkan di Madinah
««•»»
Surah Al-Hajj (bahasa Arab: الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 78 ayat . Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji. Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.
««•»»

Pokok-pokok isi
  1. Keimanan: Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat; dari susunan alam semesta dapat diambil bukti- bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.
  2. Hukum-hukum: Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyari'atkan pada masa Ibrahim a.s.; hukum berkata dusta; larangan menyembah berhala; binatang-binatang yang halal dimakan; hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil-Haram; keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama; hukum-hukum yang berhubungan dengan haji.
  3. Dan lain-lain: Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela; tanda-tanda takwa yang sampai ke hati; tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari'at tertentu dan cara melakukannya; pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah; sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat-ayat Al Quran; anjuran berjihad dengan sesungguhnya; celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Hajj
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI